KontributorDaftar Profil

Rumah Adat Boyang - Sulawesi Barat

Rumah adat Boyang, yakni rumah panggung yang memiliki bentuk yang hampir sama dengan rumah adat suku Bugis dan Makassar. Perbedaanya pada bagian teras (lego) lebih besar dan atapnya seperti ember miring ke depan. Bentuk rumah panggung yang berdiri diatas tiang-tiangnya dimaksudkan untuk menghindari [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Suku Bangsa Mandar

Orang Mandar sebagian besar berdiam di wilayah Majene dan Mamuju di Provinsi Sulawesi Barat. Yang sering mengaku sebagai orang Mandar adalah penduduk Majene, penduduk Mamuju sebaliknya lebih senang disebut orang Mamuju. Kedua suku bangsa ini memang memperlihatkan ciri kehidupan sosial dan budaya yan [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Suku Bangsa Toraja

Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan, Indonesia. Populasinya diperkirakan sekitar 1 juta jiwa, dengan sekitar 500.000 di antaranya masih tinggal di Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, dan Kabupaten Mamasa.[1] Mayoritas suku Toraja memeluk agama [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Rumah Tradisional Suku Toraja - Tongkonan

Tongkonan adalah rumah tradisional Toraja yang berdiri di atas tumpukan kayu dan dihiasi dengan ukiran berwarna merah, hitam, dan kuning. Kata "tongkonan" berasal dari bahasa Toraja tongkon ("duduk"). Dikutip dari website (https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Toraja#Tongkonan) [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Pa'ssura - Ukiran Kayu Suku Toraja

Bahasa Toraja hanya diucapkan dan tidak memiliki sistem tulisan.[21] Untuk menunjukkan konsep keagamaan dan sosial, suku Toraja membuat ukiran kayu dan menyebutnya Pa'ssura (atau "tulisan"). Oleh karena itu, ukiran kayu merupakan perwujudan budaya Toraja. Dikutip dari website (https://id.wikipedia [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Upacara Pemakaman Suku Toraja

Dalam masyarakat Toraja, upacara pemakaman (Rambu Solo') merupakan ritual yang paling penting dan berbiaya mahal. Semakin kaya dan berkuasa seseorang, maka biaya upacara pemakamannya akan semakin mahal. Dalam agama aluk, hanya keluarga bangsawan yang berhak menggelar Upacara pemakaman yang besar. Up [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Calong

Calong adalah alat musik tradisional yang berbahan dasar batok kelapa dan bambu. Biasanya alat musik ini dimainkan sendiri, namun berkembangnya jaman alat musik calong ini dimainkan secara masal. Alat musik calong juga sempat dimainkan dalam pertunjukan pembukaan Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Bar [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Aksara Lontar Mandar

Aksara Lontar tidak hanya dipakai di daerah bugis atau makassar tapi juga dipakai di daerah Mandar sejak dahulu, ini dibuktikan dengan lontar-lontar dari zaman kerajaan-kerajan di Mandar memakai aksara Lontar. Menurut situs wikipedia, jenis aksara ini adalah Abugida, yaitu aksara segmental yang dida [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Legenda Samba Paria

Sang Raja sangat keheranan mendapati anjing kesayangannya membawa makanan. la yakin pembuat makanan itu tidak jauh dari tempatnya berburu mengingat makanan itu masih hangat. Ia lantas memberi isyarat kepada anjingnya untuk mengantarkannya ke tempat anjing itu menemukan makanan tersebut. Dengan iring [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Asal Mula Tari Patuddu

Alkisah, pada zaman dahulu, di daerah Mandar Sulawesi Barat, hiduplah seorang Anak Raja di sebuah pegunungan. Di sana ia tinggal di sebuah istana megah yang dikelilingi oleh taman bunga dan buah yang sangat indah. Di dalam taman itu terdapat sebuah kolam permandian yang bersih dan sangat jernih airn [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Legenda Si Kembar Sawerigading dan We Tenriyabeng

Pada jaman dulu ada seorang pemimpin kerajaan dari keturunan Raja Langit yang bernama La Tiuleng. Raja itu memiliki gelar Batara Lattu. Batara Lattu dikaruniai dua anak kembar, yaitu seorang anak laki-laki yang diberi nama Lawe atau La Madukelleng, namun anak laki-laki itu lebih dikenal dengan sebut [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Cerita Rakyat Mandar ( Karake’ lette )

Dahulu kala kerajaan Balanipa, Mandar, Sulawesi Barat tengah dilanda petaka. Bala tentara kerajaan Gowa menyerang dengan jumlah pasukan yang besar. Sementara Balanipa hanya memiliki sedikit pasukan perang mengingat Balanipa hanyalah kerajaan kecil yang selama ini hidup dengan damai, tanpa ada pepera [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

I Rawang Kaca Kamummu

Alkisah pada zaman dahulu kala, ada sepasang suami isteri yang sudah bertahun-tahun menikah tetapi masih belum dikaruniai seorang anak. Namun walaupun demikian mereka tak pernah berputus asa dan tiada henti-hentinya memohon dan meminta kepada Tuhan entah itu dipagi hari entah disiang hari bahkan ten [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Lambang Sulawesi Barat

Lambang Sulawesi Barat berbunyi 'Mellete Diatonganan', yang berarti 'Meniti di Atas Kebenaran'. Di tengah lambangnya, terdapat perahu sande. Arah perahu ke depan dengan layar di sebelah kanan, bermakna bahwa Sulbar mulai berlayar ke depan dengan arah yang benar (kanan). Di bagian atas, tertancap 'Do [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Tumpi-tumpi

Kuliner Tumpi-tumpi adalah makanan tradisional Sulawesi Barat berbahan dasar ikan layang. Dalam pengolahannya, daging ikan dihaluskan kemudian dicampur kelapa parut. Tumpi-tumpi adalah hidangan warisan leluhur yang biasa disajikan saat acara perayaan. [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca: