KontributorDaftar Profil

Alat musik tradisional sulawesi tenggara Baasi

Alat musik ini adalah seperangkat potongan batang bambu berjumlah 10 buah yang dimainkan dengan cara dipukul-pukul menggunakan rotan. Kesepuluh buah bambu Baasi memiliki panjang yang berbeda-beda dengan setiap lubang di bagian pakalnya, sehingga ia akan menghasilkan bunyi nada yang berbeda-beda pula [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Kanda Wuta

Alat musik ini dibuat dari kayu, tanah liat, rotan dan pelepah sagu. Kanda wuta dimainkan selama tiga malam berturut-turut. Malam pertama terbit empas bulan di langit (Melamba); malam kedua terbit lima belas bulan di langit (Mata Omehe); malam ketiga terbit enam belas bulan di langit (Tombara Omehe) [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Lado-lado

Lado-Lado adalah alat musik tradisional dari Sulawesi Tenggara yang dimainkan dengan cara digesek. Alat musik ini terbuat dari Kayu / Bambu yang dibentuk seperti gitar, jika dilihat secara langsung memang agak sulit karena bentuknya juga menyerupai gambus. Alat musik tradisional Sulawesi Tenggara l [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Dimba Nggowuna (gendang bambu)

Dimba Nggowuna adalah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu dan rotan dan dulunya dimainkan oleh para kaum wanita disaat mereka bekerja menenun kain, tujuannya hanyalah sebagai sarana hiburan agar tidak terlalu jenuh. Alat musik tradisional daerah Sulawesi Tenggara ini diyakini sudah ada s [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Ore-Ore Nggae

Ore-Ore Nggae merupakan alat musik adat Sulawesi Tenggara yang terbuat dari bambu dan rotan, jika diperhatikan bentuknya terdapat sebuah kayu kecil diantara dawai dan badannya. Ore-Ore Nggae memiliki bentuk seperti gendang yang berukuran mini. Untuk memainkannya alat musik ini harus menggunakan 2 [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Seruling Bambu

Seruling bambu dalam alat musik tradisional Sulawesi Tenggara tidak berbeda dengan seruling bambu yang dikenal masyarakat Melayu pada umumnya. Instrumen yang dimainkan dengan cara ditiup ini memiliki 7 buah lubang, 1 lubang berfungsi sebagai tempat meniup dan 6 lubang lainnya berfungsi sebagai penga [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Alat Musik Gambus

Gambus yang sebetulnya berasal dari kebudayaan Timur Tengah juga dikenal masyarakat Sulawesi Tenggara dalam alat musik tradisional yang biasa dimainkannya. Gambus masuk ke Sulawesi Tenggara setelah datangnya pedagang Gujarat melalui jalur perdagangan. Berbeda dengan Gambus yang ada di Sumatera, Gamb [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Tari Balumpa

Tari Balumpa Tarian tradisional dari Daerah Kabupaten Wakatoba yaitu daerah Binongko dan Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Tarian Balumpa adalah tarian tradisional yang mencerminkan kegembiraan masyarakat nelayan wakatobi Binongko dan Buton dalam menghadapi ombak demi menafkahi keluarga. Tari Balumb [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Tari Lulo

Tari Lulo adalah tari tradisional yang berasal dari Tokotua, Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. Tari Lulo ini dilaksanakan dalam rangka ritual adat Tokotua atas rasa syukur dan terimakasih kepada Yang Maha Pencipta karena limpahan rezki panen beras yang melimpah. Tari tradisional Lulo [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Tari Galangi

Tari Galangi adalah tarian tradisional yang berasal dari Kepulauan Buton Raya Provinsi Sulawesi Tenggara. Tari Galangi merupakan Tari Perang dalam Kerajaan/ Kesultanan Buton.Tari Galangi adalah ungkapan dan spontanitas gerakan dalam bentuk tari yang mewujudkan bagaimana penggunaan gala dalam men [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Tari Mangaru

Tari Mangaru adalah tari tradisional yang berasal dari Desa Konde Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara. Tari Mangaru menggambarkan keberanian laki-laki pada zaman dahulu dalam medan peperangan, yaitu bercerita tentang dua orang laki-laki yang sedang dalam medan peperangan. Para penari memperagaka [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca:

Tari Lumense

Tari Lumense berasal dari Kecamatan Kabaena atau Tokotu'a Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara. Kata Lumense sendiri memiliki arti Terbang Tinggi yaitu berasal dari bahasa daerah yaitu kata Lume (terbang) dan Mense (Tinggi). Pada zaman dahulu tari lumense dilakukan dalam ritual pe-olia, yaitu ritu [...]

Baca Selengkapnya
Reviews Pembaca: