BudayaDetail Budaya

Upacara Masa Kehamilan : Iu Roulekku Ritual

2018-09-13 16:08:01
| | |
Share:

Orang-orang suku Sabu menyebut upacara ini Iu Roulekku (hapo pakebake). Iu Roulekku artinya memasang atau mengikat daun lontar pada bagian depan rumah, sedangkan hapo pakebake berarti menyambut kandungan yang telah jadi. Sementara itu, orang-orang suku Dawan menyebutnya Lais toet manik oe matene atau Lais toet aomina yang artinya memohon kesejahteraan buah kandungan. Upacara ini bertujuan untuk memohon agar bayi yang ada dalam kandungan sehat walafiat dan lahir dengan selamat serta dalam keadaan sempurna. Upacara ini diadakan saat kandungan berumur 5 bulan karena menurut kepercayaan orang sabu, pada saat itu bayi telah menjadi manusia sempurna. Sarana-sarana yang digunakan dalam pelaksanaan upacara antara lain selembar daun lontar beserta lidinya yang belum dipisahkan, yang kemudian dianyam membentuk sebuah wadah khusus untuk tempat persembahan (Roulekku), tikar, sesajian, dan hewan untuk disembelih. Dalam upacara ini, baik suku Sabu maupun suku Dawan sama-sama menyembelih hewan untuk dipersembahkan pada para dewa.


Budaya Lainnya

Alat Musik Garantung

Garantung merupakn salah satu alat musik tradisional khas Kalimantan Tengah yang dimainkan suku Dayak asli dan masuk kedalam kelompok alat musik idio [...]

Baca Selengkapnya

Burung Kucica Ekor Kuning

Burung Kucica Ekor Kuning (Trichixos pyrropygus) merupakan jenis burung yang berasal dari keluarga Musicicapidae. Burung kucica ekor kuning dijadikan [...]

Baca Selengkapnya

Kompleks Keramat Sembilan di Kalimantan Barat

Makam ini terletak di Jl. Pangeran Kesumajaya, Dusun Pagarruyung, Kelurahan Muliakerta, Kecamatan Benua Kayang, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimatan [...]

Baca Selengkapnya

Tari Bamba Manurung

Tari Bamba Manurung Tari Bamba Manurung merupakan tarian tradisional yang berasal dari daerah Mamuju yakni ibukota provinsi Sulawesi Barat. Tari ma [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar