BudayaDetail Budaya

Tradisi Mapeed Ritual

2018-12-11 14:29:53
| | |
Share:

Mapeed, salah satu tradisi unik di Pulau Dewata Bali, tradisi di mana para perempuan Bali mulai dari anak kecil, remaja, sampai orang dewasa berjalan beriringan secara rapi dan teratur dengan membawa Gebogan, mapeed diartikan berjalan beriringan tidak boleh saling mendahului. Gebogan sendiri adalah rangkaian buah dan aneka jajanan tradisional Bali yang dihiasi daun janur dan disusun sedemikian rupa di atas tempat yang disebut Dulang. Perempuan-perempuan tangguh tersebut mengusung Gebogan yang tingginya sekitar 1 meter dengan berjalan kaki dari Banjar menuju Pura Kahyangan Desa. Upacara ini dilakukan umat Hindu di Bali sebagai ucapan rasa syukur mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa. Upacara Mapeed hanya dilakukan pada hari-hari tertentu saja, seperti saat ada piodalan, setiap daerah di Bali memiliki waktu yang berbeda untuk melakukan upacara Mapeed ini. Misalnya yang di Sukawati dilaksanakan dengan hanya berjalan beriringan oleh para remaja putri dengan menggunakan busana agung, ada juga berjalan bergandengan antara laki dan perempuan, terlihat seperti sepasang putra dan putri raja, ini dilakukan di saat-saat ada upacara besar keagamaan di pura setempat. Bukan hanya waktunya yang berbeda, tetapi cara mereka melaksanakan tradisi ini juga berbeda-beda di setiap daerahnya. Meskipun begitu, tujuan dan maksud yang disertakan dalam upacara ini tentunya sama, yaitu bersyukur atas kesejahteraan dan keselamatan yang diberikan Tuhan. Sumber : https://balikami.com/tradisi-mapeed-pemandangan-langka-yang-hanya-ada-di-bali


Budaya Lainnya

Kesenian Terbang Gede

Kesenian Terbang Gede merupakan Kesenian ini dinamakan sesuai dengan waditra yang digunakan yaitu terbang. istilah terbang memiliki arti yang variatif [...]

Baca Selengkapnya

Kalampat

Kalampat adalah sebuah alat musik tradisional dari Kalimantan Selatan, khususnya pada daerah Labuhan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kalampat sejenis ge [...]

Baca Selengkapnya

Perayaan Tulude

TULUDE berasal dari kata “suhude” yang berarti “Tolak” atau mendorong, hingga secara luas dapat diartikan sebagai, orang sangihe menolak untuk [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar