BudayaDetail Budaya

Tradisi Bausung Pengantin Banjar (Usung Jinggung) - Kalimantan Selatan Komunitas Adat

2018-09-04 01:35:23
| | |
Share:

Bausung Pengantin Banjar (Usung Jinggung) adalah Prosesi arak-arakan pengantin dalam masyarakat Banjar (pengantin diusung). Dalam rangkaian upacara perkawinan orang Banjar terdapat prosesi arak-arakan pengantin yang disebut maarak pengantin. Tradisi masyarakat Banjar jika mempelai pria dan wanita sudah selesai dirias dan siap untuk disandingkan, makan pengantin pria akan segera dibawa menuju kediaman mempelai wanita. Pengantin pria dengan diiringi rombongan pengantar pengantin dan diikuti pula kesenian Sinoman Hadrah atau Kuda Gipang dengan dibawa berjalan kaki. Jarak untuk berjalan kaki tersebut, biasanya ditentukan batasnya agar tidak terlalu kelelahan. Sepanjang jalan yang dilalui dan pada tempat-tempat tertentu dilakukan atraksi sinoman hadrah yang dilakukan dengan gerakan-gerakan badan diikuti pukulan tarbang dan syair-syair lagu penuh syukur dan keceriaan. Pada masa dahulu tidak hanya mempelai pria yang diarak, tetapi mempelai wanita juga ikut dalam perarakan. Jika ada kesepakatan tentang arak-arakan kedua mempelai, biasanya mempelai wanita menunggu di tengah perjalanan antara rumah mempelai pria dan rumah mempelai wanita. Kemudian dari tempat pertemuan tersebut kedua mempelai diarak dan dipertontonkan kepada masyarakat dengan melakukan usung jinggung berjalan menuju kediaman mempelai wanita sebelum duduk bersanding di pelaminan.Tetapi ada pula mempelai wanita cukup menyambut kedatangan mempelai pria di depan pintu rumah kediaman dan duduk sebentar di pelaminan kemudian diteruskan dengan usung jinggung di depan masyarakat yang menyaksikan upacara perkawinan. Usung jinggung dalam maarak pengantin ini harus dilakukan oleh mereka yang mahir, karena selain dituntut tenaga yang kuat harus pula pandai baiigal (menari). Pengusung pengantin dalam usung jinggung yang disebut pausungan ini menari-nari mengikuti irama musik galanjur agar penonton yang menyaksikan terhibur. Sumber : http://blog-esbeka.blogspot.com/2016/02/bausung-pengantin-banjar-usung-jinggung.html


Budaya Lainnya

Gajah Sumatera

Gajah Sumatera merupakan keturuan dari gajah Asia yang hanya bisa di jumpai di wilayah pulau Sumatera.Pada umumnya Gajah Sumatera memiliki ukuran tubu [...]

Baca Selengkapnya

Banta Seudang

Banta Seudang adalah putra Raja Kerajaan Aceh. Ia bersama ayah dan ibunya dicampakkan oleh Pakciknya sendiri, karena ayahnya buta dan tidak dapat lagi [...]

Baca Selengkapnya

Kecapi Mandar

Kecapi Mandar atau yang biasa disebut oleh masyarakat Sulawesi Barat sebagai Kecaping Tobaine adalah alat musik khas Sulawesi Barat yang dimainkan ole [...]

Baca Selengkapnya

Lambang Kabupaten Pamekasan-JawaTimur

ARTI LAMBANG KABUPATEN PAMEKASAN 1. Perisai berbentuk Teratai bersudut lima beraturan berwarna hijau melambangkan kesucian, keadilan dan harapan mas [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar