BudayaDetail Budaya

Tarian Dabus Tarian Tradisional

2018-08-31 13:56:02
| | |
Share:

Dabus merupakan tarian yang menggunakan senjata tajam. Dabus populer di Kepulauan Riau, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu.Dabus memeilki konsep kepahlawanan. Permainan Dabus menuntut kecerdasan, ketangkasan, keperwiraan dan kecerian ketika bermain. Senjata yang digunakan dalam permaianan Dabus :Anak Dabus ( sejenis besi ), Keris, Pisau, Belati, kapak, Batu giling, Tali. Keistimewaan tarian dabus adalah penggunaan senjata. Apabila tarian mual rancak, penari – penari mencucuk – cucukan anak dabus yang dipegang ke lengan mereka. Perbuatan ini kononnya dilakukan ketika si penari dalam keadaan tidak sadarkan diri. Selain daripada itu, ada pula yang melakukan perbuatan melambungkan batu giling dan ditahan dengan paha. Tindakan para penari ini pastinya akan mencederakan mereka, tetapi apabila selesai persembahan, mereka yang cedera akan dipulihkan oleh khalifah dalam kumpulan tersebut. Pakaian Tergantung kepada ketua pasukan untuk menetukan warna dan jenis pilihan pakaian ahlinya. Tetapi biasanya, bagi kanak – kanak, mereka memakai pakaian melayu berwarna hijau pucuk pisang, sedangkan penari dewasa mereka memakai pakaian melayu yang lengkap dan berwarna hitam yang melambangkan kepahlawanan. (sumber : http://fauziaholgakusuma.blogspot.com/2015/06/ragam-tari-daerah-riau.html)


Budaya Lainnya

motif kain tenun ikat sumba

Sumba adalah salah satu daerah di provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki hasil kerajinan berupa tenun ikat Sumba yang sangat populer karena keind [...]

Baca Selengkapnya

Rumah Pewaris

Salah satu rumah adat Sulawesi Utara dinamakan “Rumah Pewaris”. Rumah ini dihuni oleh para pemimpin maupun rakyat biasa. Rumah tersebut harus dibu [...]

Baca Selengkapnya

Lampung

http://urbanstylebyfrontone.com/mengenal-seni-budaya-kain-tapis-khas-daerah-lampung/ Motif kain khas lampung Salah satu hasil budaya khas dari da [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar