BudayaDetail Budaya

Tari Posisani Tarian Tradisional

2018-09-11 03:11:38
| | |
Share:

Tari Posisani. Posisani berarti perkenalan, tari ini merupakan tari pergaulan yang menggambarkan kegembiraan mda-mudi saat pesta. Mereka bergembira bersama sambil menari dan menyanyi. Para gadis menari dengan memainkan kerincing. Di saat inilah mereka berkenalan antara satu dengan yang lainnya, dan pada akhirnya mereka menemukan pasangan hidup. Pakaian Tari Posisani sama dengan pakaian yang digunakan pada Tari Jepeng, yaitu blus lengan panjang (bahasa Kaili : Baju Pasua) berwarna merah jambu. Pada pergelangan tangan blus ini, diaplikasi dengan kain warna biru yang bersulamkan benang emas sebagai pengganti gelang tangan. Pakaian Tari Posisani ini mengunakan selempang (bahasan Kaili : Nosampa) berwarna ungu dan putih yang dihiasi dengan picing/mote warna kuning, bermotifkan taiganja. Pada bagian bawah, memakai celana panjang sebatas mata kaki (Puruka ndate) berwarna merah jambu. Pada pergelangan kaki celana ini diaplikasi dengan kain berwarna biru yang dihiasi dengan picing/mote warna kuning bermotifkan taiganja, sebagai pengganti gelang kaki. Selain celana panjang, juga memakai rok warna biru yang dihiasi picing/mote warna kuning bermotifkan taiganja dan benang emas. Rok ini dilengkapi dengan ban pinggang warna hitam, bersulamkan benang emas. http://www.tradisikita.my.id/2016/09/10-tari-tradisional-sulawesi-tengah.html


Budaya Lainnya

Makam Raja Pasai

Makam Raja Pasai, para raja-raja Kerajaan Pasai juga termasuk dalam salah satu peninggalan yang paling bersejarah. Untuk saat ini makam tersebut dijad [...]

Baca Selengkapnya

Ikan Bakar Sambal Colo-Colo

Ikan Bakar Colo ini sebenarnya banyak dikenal di Timika, namun masyarakat Papua keseluruhan sering membuat olahan ikan ini. Suku Kamoro yang tinggal d [...]

Baca Selengkapnya

Tari bangun Tradisional Kalimantan Utara

Tari Bangun adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Kalimantan Utara. Tarian ini sejenis tari magis dan sakral yang bertujuan untuk mem [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar