BudayaDetail Budaya

Tari Ledo Hawu Tarian Tradisional

2018-12-29 14:54:11
| | |
Share:

Tari Ledo Hawu merupakan salah satu tarian tradisional dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya dari daerah Sabu Raijua. Tari Ledo Hawo merupakan tari kelompok yang dibawakan oleh 3 sampai 5 orang penari pria dan juga wanita, gerakan untuk penari wanita seperti launada, beto, here, gepe, dan peidoi, sedangkan untuk penari pria gerakan seperti ede, gigi, gedhe, dan pejuru. Tari ini sendiri dahulunya difungsikan sebagai tarian sakral dimana tari ini hanya dipentaskan ketika ada upacara kematian oleh kaum bangsawan, tokoh adat ataupun kepala suku, sebagai tarian sakral tari ini hanya disa dibawakan oleh penari yang berasal dari suku tertentu yang memiliki kedudukan tinggi di masyarakat Sabu dengan tujuan dilaksanakannya tarian ini untuk menjauhkan diri dari roh-roh jahat atau sebagai penolak bala serta untuk menghatarkan arwah yang telah meninggal tersebut ke tempat peristirahatan abadi dan tujuan lainnya adalah untuk menghibur anggota yang telah ditinggalkan agara tidak terlarut dalam kesedihan, Sekarang ini tari Ledo Hawo juga ditampilkan dalam berbagai kegiatan seperti upacara adat, penyambutan, serta festival budaya. Untuk pengiring dari tari Ledo Hawu ini menggunakan alat musik tradisional seperti gong dan jga tabur, dimana gong akan dimainkan secara bergantian sehingga menghasilkan nada yang indah dengan tabur yang juga dimainkan secara bersamaan, sehingga menghasilkan irama yang enak di dengar. Kostum yang digunkan oleh penari Ledo Hawu sendiri adalah pakaian adat khas Sabu, dimana penari pria akan menggunakan kain khas yang disebut higi huri yang digunakan untuk menutupi bagian perut samapai dengan lutut, serta digunakan untuk selempang juga. Untuk bagian kepala penari pria menggunakan dastar (wila hiora), dengan atribut lainnya seperti pedang (hamala), giring-giring (walagiri), dan juga saputangan di tangan kiri. Untuk penari wanita menggunakan busana adat Sabu (Ei) yang diikat sebatas dada sampai menutup kaki, dengan hisan rambut yang akan di konde sesuai dengan adat suku Sabu, selain itu penari wanita juga akan menggunakan hiasan seperti anting (ate-ate), gelang (lele), ikat pinggang (pending), dan juga kalung (habas). (Sumber: https://www.kamerabudaya.com/2016/12/tari-ledo-hawu-tarian-tradisional-dari-daerah-sabu-raijua-provinsi-ntt.html)


Budaya Lainnya

Rumah Adat Kalimantan Utara

Suku Tidung di Kalimantan Utara sebetulnya merupakan salah satu dari 420 sub suku Dayak yang ada di Kalimantan. Akan tetapi, setelah budaya dan ajaran [...]

Baca Selengkapnya

CERITA RAKYAT HANTU KALIMANTAN TENGAH (HANTUEN)

HANTUEN adalah hantu jadi-jadian berasal dari manusia yang masih hidup. Jadi, hantuen adalah manusia yang mempunyai kemampuan gaib untuk mengubah diri [...]

Baca Selengkapnya

Lonceng Cakra Donya

Lonceng Cakra Donya, lonceng tersebut terbuat dari besi yang berbentuk seperti stupa dan dibuat oleh China pada tahun 1409 M. Pada bagian lonceng terd [...]

Baca Selengkapnya

Keris

Senjata tradisional mempunyai peran penting dalam kehidupan maupun perjuangan bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Akan tetapi, sampai saat in [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar