BudayaDetail Budaya

Tari Kinyah Mandau Tarian Tradisional

2018-09-02 12:31:32
| | |
Share:

Tari Kinyah Mandau merupakan salah satu tarian suku dayak yang menampilkan unsur bela diri, seni perang dan seni teatrikal. Tarian ini sangat terkenal dan hampir semua suku Dayak di Kalimantan memiliki tarian jenis ini. Terutama di Kalimantan tengah, biasa di sebut dengan Tari Kinyah Mandau. Nama Tari Kinyah Mandau di ambil dari kata kata kinyah yang berarti tarian perang dan menggunakan mandau sebagai senjatanya. Tarian ini berawal dari tradisi suku Dayak jaman dahulu yang di sebut kinyah, yang merupakan tarian perang sebagai persiapan untuk membunuh dan memburu kepala musuh. Pada masa itu para pemuda Dayak harus melakukan pemburuan kepala untuk berbagai alasan yang berbeda di setiap sub sukunya. Sebagai persiapan fisik untuk pemburuan itu maka di lakukan kinyah atau tarian perang. Hampir semua suku Dayak memiliki tarian perang ini. Dulunya tarian ini di pertunjukan di kampung untuk melihat dan mengamati pemuda mana yang siap di lepas ke hutan untuk memburu kepala siapa saja yang di temuinya. Namun ada aturan dalam tradisi pemburuan kepala ini, yaitu tidak boleh membunuh yang berasal dari kampungnya sendiri. Pada masa itu ada 3 istilah yang sangat di takuti, yaitu hapini (saling membunuh), hakayau(saling potong kepal) dan hajipen (memperbudak). Hukum rimba sangat berlaku pada masa itu, yaitu yang kuatlah yang berkuasa. Setiap anak laki-laki Dayak yang berhasil mendapatkan kepala manusia akan diberi tato di bagian betisnya untuk menunjukan bahwa anak ini sudah menjadi dewasa. Gerakan dalam kinyah bervariasi, karena setiap suku Dayak mempunyai gerakan atau jurus rahasia masing – masing. Konon katanya, apabila mengajarkan gerakan pada suku lain akan di anggap penghianat dan akan di hukum mati. Namun setelah perjanjian damai tumbang anoi, peraturan itu sudah berlaku. Karena setelah perjanjian itu, semua suku Dayak bersatu dan tidak ada curiga antar suku. Seiring dengan perkembangan jaman, walaupun tradisi mangayau di tinggalkan, namun kinyah masih menjadi tradisi suku Dayak di Kalimantan dan berkembang menjadi tarian adat suku Dayak. walaupun tidak untuk berperang, kinyah di jadikan sebuah sarana kesenian dan budaya bagi masyarakat Dayak untuk melestarikan tradisinya. Di Kalimantan tengah tarian kinyah ini di kenal dengan Tari Kinyah Mandau. Sumber : http://www.negerikuindonesia.com


Budaya Lainnya

Suku Pamona

Suku Pamona merupakan suatu suku yang mendiami beberapa kabupaten di Sulawesi Tengah, yaitu di kabupaten Poso, kabupaten Tojo Una-Una, kabupaten Morow [...]

Baca Selengkapnya

gorpntalo

Makanan khas Gorontalo binte biluhuta atau nama lainnya adalah sup jagung. Mungkin makanan ini jarang kamu dengar. Apabila kamu berkunjung ke Gorontal [...]

Baca Selengkapnya

Pempek

Pempek atau empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari daging ikan yang digiling lembut dan tepung kanji (secara salah kaprah sering [...]

Baca Selengkapnya

Puri Agung Susut

Pada masa itu daerah Bangli diperintah oleh seorang raja Kesatria keturunan Tirta harum, Taman Bali, Beliausalah seorang dari Putra Puri Nyalyan. Raja [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar