BudayaDetail Budaya

Tari Kedok Ireng Tarian Tradisional

2018-12-11 00:27:00
| | |
Share:

Manusia memiliki dua sisi yang selalu melekat dalam dirinya yakni baik dan buruk. Sepanjang hidupnya, terkadang manusia harus menggunakan topeng untuk menutupi identitasnya. Topeng atau yang biasa disebut kedok ini akan terus melekat selama manusia menjalani kehidupannya. Dua sisi kehidupan inilah yang menjadi inspirasi dari tari kedok ireng tarian yang berasal dari Jawa Barat. Pada awal tarian, tiga orang penari duduk bersila di tengah panggung. Dengan kostum berwarna cerah, kemudian mereka membungkuk dan tidak lama mereka berdiri dan sudah memakai topeng yang berwarna merah muda. Kemudian dari samping panggung muncul tujuh penari yang melengkapi formasi tari kedok ireng. Dengan gerakan yang lentur, mereka berpasang-pasangan menari-nari dengan menggunakan topeng. Formasi berpasangan ini seperti menandakan bahwa dua sisi baik dan buruk akan selalu ada dalam diri manusia. Kesepuluh penari terlihat semakin enerjik dengan sesekali melompat dan melemparkan selendang. Di lain gerakan, mereka juga melepas topeng dan berputar-putar. Para penari juga sesekali membentuk formasi seperti ingin memberikan sambutan kepada penonton. Dengan iringan musik yang berasal dari kendang dan gamelan yang rancak, gerakan-gerakan penari ini semakin menarik untuk disaksikan. Kedok ireng sendiri berasal dari dua kata yang memiliki arti berbeda. Kedok memiliki arti sebagai penutup wajah dan ireng berarti hitam. Secara umum, kedok ireng memiliki makna gambaran hidup seorang manusia yang dilihat dari sisi baik dan buruk. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu dihadapkan pada dua sisi kehidupan yang akan selalu melekat dalam diri manusia hingga sang maut menjemput. [Tauhid/IndonesiaKaya] Sumber : https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/dua-sisi-kehidupan-manusia-dalam-tari-kedok-ireng


Budaya Lainnya

Kemplang

Cara membuat makanan khas palembang ini dilakukan dengan cara dibakar. Ada dua jenis kemplang, yaitu kemplang ikan dan kemplang sagu. Tekstur kemplang [...]

Baca Selengkapnya

Benteng Indra Patra Bukti

Benteng Indra Patra Bukti terletak 1 jam dari Banda Aceh. Benteng ini merupakan peninggalan dari masa kerajaan Hindu-Budha dari abad ke-7 M. Benteng i [...]

Baca Selengkapnya

Tari Sekapur Sirih

Tari sekapur sirih biasa ditarikan 10 sampai 12 penari. Diantara para penari ini biasanya terdapat dua penari laki-laki yang berposisi di belakang. pe [...]

Baca Selengkapnya

Si Kepar

Pada zaman dahulu kala, di sebuah daerah di Kabupaten Aceh Tenggara, hiduplah seorang janda bersama dengan anak laki-lakinya yang bernama Si Kepar. Ay [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar