BudayaDetail Budaya

Tari Cegak Provinsi Riau Tarian Tradisional

2018-08-31 01:19:13
| | |
Share:

Tarian ini berkembang di desa Ulak Patian, pemukiman orang Bonai Rokan Hulu. Tari Cegak hampir sama dengan Kudo Kepang. Kekhasannya adalah pada ?kostum? yang dikenakan penarinya, yaitu kerisik pisang (daun pisang kering) untuk membungkus seluruh tubuh penari dan pelepah pinang (upieh) untuk menutu kepala. Pelepah pinang ini dilukis serupa topeng. Tari ini diiringi dengan musik gondang borogong. Perlengkapan pertunjukannya adalah peralatan menangkap ikan seperti: seperti pancing dan lukah.Tarian ini berkembang di desa Ulak Patian, pemukiman orang Bonai Rokan Hulu. Tari Cegak hampir sama dengan Kudo Kepang. Kekhasannya adalah pada ?kostum? yang dikenakan penarinya, yaitu kerisik pisang (daun pisang kering) untuk membungkus seluruh tubuh penari dan pelepah pinang (upieh) untuk menutu kepala. Pelepah pinang ini dilukis serupa topeng. Tari ini diiringi dengan musik gondang borogong. Perlengkapan pertunjukannya adalah peralatan menangkap ikan seperti: seperti pancing dan lukah. (sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailCatat=1787)


Budaya Lainnya

Masjid 99 Cahaya - Tulang Bawang Barat

Dilampung terdapat masjid yang unik. Mengapa disebut unik?, karena masjid ini dibangun tanpa kubah dan menara. Adapun maksud dari pembangunan masjid [...]

Baca Selengkapnya

Tari Bendrong Lesung

Tari Bendrong Lesung merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Cilegon, Banten. Tarian ini menggambarkan tentang kegembiraan dan suka [...]

Baca Selengkapnya

Perayaan Tulude

TULUDE berasal dari kata “suhude” yang berarti “Tolak” atau mendorong, hingga secara luas dapat diartikan sebagai, orang sangihe menolak untuk [...]

Baca Selengkapnya

Lambang Kabupaten Bojonegoro-JawaTimur

Arti Lambang Daerah 1. Bentuk perisai dengan warna dasar Merah dan Putih berbingkai warna hitam pekat, melambangkan kesiap-siagaan, kewaspadaan dan d [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar