BudayaDetail Budaya

Tanjidor Suku Betawi Alat Musik Tradisional

2018-12-08 13:26:38
| | |
Share:

Kesenian Betawi Tanjidor sudah mulai jarang ditemukan, keberadaannya hanya bisa kita lihat pada hajatan-hajatan besar warga Betawi di Jakarta. Inilah tanjidor, kesenian tradisional Betawi yang melibatkan beberapa orang pemain musik untuk memainkannya. Tanjidor pertama kali masuk ke Indonesia pada sekitar abad ke-18 yang saat itu dimainkan untuk mengiringi atau mengarak pengantin. Musik tanjidor sendiri mendapatkan pengaruh kuat dari musik Eropa. Dalam kesenian tanjidor terdapat beberapa alat musik seperti trombone, terompet, klarinet, piston, drum, dan simbal. Sejarah nama tanjidor berasal dari kata dalam bahasa Portugis 'Tangedor' yang memiliki arti alat-alat musik berdawai (Stringed instrumens). Saat ini, di Portugal sendiri tanjidor masih digunakan untuk mengikuti pawai-pawai keagamaan seperti pesta Santo Gregorius. Di Jakarta tanjidor biasanya dimainkan 7 sampai 10 orang pemain musik. Para pemain Tanjidor kebanyakan berasal dari kota-kota di luar Jakarta, seperti di daerah Tangerang, Bekasi, Depok, dan Indramayu. Orkes-orkes tanjidor ini biasa memainkan lagu-lagu antara lain kramton, Bananas, cente manis, kramat karem, merpati putih, dan surilang. [Tauhid/IndonesiaKaya] Sumber : https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/tanjidor-riwayat-musik-eropa-yang-melegenda-di-jakarta


Budaya Lainnya

Ritual Tradisional Kalimantan Barat - Nyobeng

Indonesia adalah rumah dari beragam budaya dan tradisi yang tidak ada di negara lain mana pun. Keunikan dan kemenarikannya masing-masing selalu membua [...]

Baca Selengkapnya

Pura Kerta Jaya

Pura Kerta Jaya Tangerang yang terletak di Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang didirikan pada hari Minggu tanggal 10 Oktober 1982 [...]

Baca Selengkapnya

Tarian Jangger atau Gandrung Sasak

Tarian khas dari suku Sasak adalah Tari Jangger atau gandrung. Tarian ini dulunya adalah hiburan untuk para prajurit keraton yang baru pulang dari med [...]

Baca Selengkapnya

Masjid Jami Kesultanan Sambas, Masjid Tertua di Kalimantan Barat

Masjid ini dahulu pernah direnovasi oleh Sultan Muhammad Sjafiuddin II. Lokasi masjid sebelumnya merupakan kediaman Sultan Umar Akamuddin I (1708-1732 [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar