BudayaDetail Budaya

Taman Nasional Zamrud - RIAU Habitat / Ekosistem

2018-09-02 19:07:44
| | |
Share:

Taman Nasional Zamrud sebelumnya bernama Danau Zamrud berjarak sekitar 180 kilometer dari Kota Pekanbaru-Riau. Taman Nasional Zamrud sebelumnya merupakan area konsensi Caltex Pacific Indonesia (CPI) yang kemudian dikelola oleh Bumi Siak Pusako dan Pertamina Hulu. Di kawasan ini terdapat dua danau unik yakni Danau Pulau Besar (2.416 ha) dan Danau Bawah (360 ha). Kedua danau tersebut lebih populer dengan sebutan Danau Zamrud. Di kawasan ini juga bisa ditemukan Burung Serindit (Loriculus galgulus), yang menjadi ikon Provinsi Riau juga dapat ditemukan di kawasan ini. Uniknya lagi, pada saat sore hari ketika matahari mulai terbenam para penghuni kawasan Zamrud seperti burung elang, kera, dan harimau mulai menampakkan diri satu persatu. Tak hanya itu, kawasan yang juga didominasi oleh tumbuhan rawa seperti bengku, rengas dan pisang-pisang itu juga menyimpan keanekaragaman satwa yang tinggi. Menurut data Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau ada 38 jenis burung yang 12 diantaranya dilindungi seperti Bangau Putih, Enggang Palung, Enggang Benguk, Enggang Dua Warna, dan Enggang Ekor Hitam. Terdapat pula empat jenis primata dan sembilan jenis mamalia. Jenis primata yang dilindungi hanya satu yaitu Siamang sedangkan jenis mamalia yang dilindungi ada tiga yaitu Harimau Loreng Sumatera, Beruang Madu, dan Kucing Hutan. Di dalam danau ada 14 jenis ikan, delapan di antaranya memiliki nilai ekonomi penting yaitu Sipimping, Selais, Kayangan, Tapah, Baung, Tomang, Balido, dan Gelang. Danau Pulau Besar dinamai sesuai dengan lokasinya karena di danau tersebut terdapat empat pulau yang terbentuk dari endapan lumpur dan tumbuh-tumbuhan. Empat pulau tersebut merupakan pulau hanyut karena dapat berpindah tempat, terdiri atas Pulau Besar (sekitar 10 ha), Pulau Tengah (satu hektare), Pulau Bungsu (satu hektare) dan Pulau Beruk (dua hektare) karena banyak terdapat Beruk (kera tidak berekor) di dalamnya. Di sekeliling danau terdapat vegetasi langka jenis pinang merah tumbuhan khas tepian danau itu yang tidak dapat tumbuh di daerah lain. Aneka ragam vegetasi alami yang ada di sekeliling danau serta sungai dan dalam kawasan hutan rawa gambut itu dapat dijumpai dalam kondisi utuh. Referensi : http://tn-zamrud.blogspot.com/ www.riaumagz.com


Budaya Lainnya

Tari Dinggu

Tarian dinggu ini menggambarkan keadaan, suasana serta aktivitas dari penduduk ketika musim panen telah tiba, terutama musim panen padi. Tari tradisio [...]

Baca Selengkapnya

Motif kain Kalimantan Barat - Batik Pontianak

Batik adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, na [...]

Baca Selengkapnya

Gendang

Alat musik tradisional lampung ini terbuat dari kayu dan kulit binatang. kulit binatang yang biasa di gunakan adalah kambing, sapi atau kerbau. Gendan [...]

Baca Selengkapnya

Bahasa Besoa

Bahasa Besoa atau Bahasa Behoa merupakan salah satu bahasa yang terdapat di kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Bahasa tersebar di [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar