BudayaDetail Budaya

Taman Nasional Bukit Tiga Puluh - RIAU Habitat / Ekosistem

2018-09-02 19:21:11
| | |
Share:

Bukit Tiga Puluh terkenal dengan kekayaan flora dan faunanya. Beberapa jenis fauna masih bisa dijumpai di kawasan ini. Mulai dari Harimau Sumatera, Beruang Madu, Tapir, Siamang, Rusa, Babi Hutan, Burung Rangkong, Kuaw, dan aneka satwa lainnya. Sedangkan jenis flora langka yang diduga endemik di kawasan ini adalah Cendawan Muka Rimau (Raflesia haseltii) dan Salo (Johannes tesmania altrifons). Tidak kurang dari 1500 jenis tumbuhan terdapat di kawasan ini. Didominasi oleh tumbuhan seperti Terap, Kepinis dan Meranti. Di kawasan ini juga tumbuh Bunga Bangkai (Amorphophallus) yang banyak ditemukan di daerah penyangga TNBT. Bila beruntung, kita bisa menyaksikan bunga ini mekar dengan ketinggian mencapai 3 meter dengan ciri berwarna loreng hitam kecoklatan dan hijau tua. Selain merupakan habitat flora dan fauna langka dan dilindungi, kawasan TNBT juga merupakan tempat hidup dan bermukim beberapa komunitas suku pedalaman seperti, Suku Talang Mamak, Suku Kubu (Anak Rimba) dan Suku Melayu Tua. Menjadikan kawasan ini sangat menarik untuk dijelajahi. Bagi para pecinta petualangan, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu menjadi salah satu destinasi wajib untuk didatangi. Taman nasional ini menawarkan banyak keseruan. Mulai dari jungle trekking, susur sungai, hingga menikmati atraksi kebudayaan Suku Talang Mamak. Bukit Tigapuluh adalah Hutan Lindung yang telah diubah fungsi menjadi taman nasional pada tahun 1995. Bukit Tiga Puluh merupakan hamparan perbukitan yang terpisah dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan yang terdapat di perbatasan Provinsi Riau dan Jambi. Secara administratif, bukit ini terletak pada 2 wilayah propinsi, yakni Provinsi Riau dan Provinsi Jambi. Di Provinsi Jambi terletak di Kabupaten Tebo (10.000 ha). Sedangkan di wilayah Provinsi Riau terletak di Kabupaten Indragiri Hilir (seluas 30.000 ha). Paling luas berada di Kabupaten Indragiri Hulu, yakni 81.223 ha. Referensi : www.tripriau.com https://www.nusapedia.com


Budaya Lainnya

Asal Mula Tari Patuddu

Alkisah, pada zaman dahulu, di daerah Mandar Sulawesi Barat, hiduplah seorang Anak Raja di sebuah pegunungan. Di sana ia tinggal di sebuah istana mega [...]

Baca Selengkapnya

Lambang Kabupaten Sambas Kalimantan Barat

Kabupaten Sambas adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Sambas memiliki luas wilayah 6.395,70 km² atau 639.570 ha (4,36% [...]

Baca Selengkapnya

Pantai Peropa

Pantai Peropa berlokasi di Desa Peropa Kecamatan Kaledupa Selatan, berjarak ± 30 menit dari pusat kota. Selain memiliki hamparan pasir putih yang ber [...]

Baca Selengkapnya

Tari Sekapur Sirih

Tari sekapur sirih biasa ditarikan 10 sampai 12 penari. Diantara para penari ini biasanya terdapat dua penari laki-laki yang berposisi di belakang. pe [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar