BudayaDetail Budaya

SUKU TENGGER Suku Bangsa

2018-09-07 06:43:12
| | |
Share:

Suku bangsa yang bernama Tengger sebenarnya berdiam / bermukim di 3 buah desa pedalaman di wilayah kecamatan Sukapura, Kab . Probolinggo, Propinsi Jawa Timur, yakni desa yang disebut dengan Jetak, wialyah Wonotoro & Ngadisari. Dari segi asal usul dan garis keturunan mereka bisa saja sama dgn suku bangsa pertama yaitu suku Jawa kebanyakan. Bahasa yg mereka gunakan pula bahasa suku Jawa dengan dialek Tenggernya. Ini akibat dari pemisahan diri pada suatu waktu dahulu kala, sehingga ada sekian banyak unsur kebudayaan dari mereka yg tidak serupa dgn orang Jawa saat ini yang menempati beberapa wilayah provinsi pulau Jawa. Agama yg mereka anut condong sama dgn agama Hindu kebanyakan saat ini, akan tetapi lumayan kuatnya keyakinana salah inipun di pengaruhi olh keyakinan original mereka pada lingkungan. lifestyle sehari-hari dari suku ini, mereka memang lah agak tidak serupa dgn orang Jawa pada kebanyakan, sebab mereka hidup dan bermukim di wilayah Pegunungan Tengger yg sangat dingin dan sepi, dgn kawah Gunung di Bromo. Sumber : http://indonesia.go.id/?p=8794


Budaya Lainnya

Be Inai Curi : Lagu Daerah Bengkulu

Be Inai Curi Ado la apo fatimah merak kukunyo Ngapo mengapo kakinyo be inai pulo Itu tandonyo semalam be inai curi Siapo bujangnyo Pengantin fa [...]

Baca Selengkapnya

ANGKLUNG CARUK

Angklung caruk merupakan alat musik yang terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara unik. Kata caruk berarti perlombaaan atau pertarungan. Maka da [...]

Baca Selengkapnya

Kehormatan di atas Kepala Suku Asmat

Suku Asmat dikenal sebagai salah satu suku besar di Papua yang memiliki kearifan lokal luar biasa. Mereka sangat menghormati alam dan kehidupan para p [...]

Baca Selengkapnya

Sinonggi Khas Sulawesi Tenggara

Makanan ini berbahan dasar sari pati sagu. Dimana makanan ini merupakan makanan khas suku Tolaki. Suku Tolaki memiliki tradisi menyantap sinonggi bers [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar