BudayaDetail Budaya

Senjata Mandau Senjata Tradisional

2018-09-02 15:37:34
| | |
Share:

Senjata tradisional mandau ini adalah senjata tradisional yang berasal dari suku kebudayaan dayak yang ada di Kalimantan Utara. Mandau ini merupakan salah satu senjata tradisional yang ada di Negara Indonesia. Senjata mandau tersebut mempunyai beberapa ukiran-ukiran pada keping-nya yang mana ukiran-ukiran itu mempunyai makna tersendiri/makna tertentu. Senjata tradisional mandau ini mempunyai berbagai jenis fungsi didalam kehidupan penduduk di suku dayak didaerah Kalimantan Utara. Ketika pada zaman dahulu kala, mandau ini digunakan oleh penduduk ini ketika sedang peperangan, dan juga sedang pengayuan (pemenggalan kepala musuh). Seiring berjalannya waktu, pada saat ini peperangan dan pengayuan sudah tidak pernah terjadi/jarang pernah terjadi lagi pada penduduk-penduduk dayak didaerah Kalimantan sehingga mandau ini hanya digunakan ketika adanya ritual-ritual saja/hanya digunakan sebagai hiasan saja. Senjata tradisional mandau juga mengandung nilai-nilai tertentu. Mandau tersebut mengandung makna-makna magis, misalkan seperti ritual ketika pembuatan mandau, atau mandau yang hanya digunakan ketika adanya ritual-ritual tertentu. Pada bagian sosial, senjata tradisional yang bernama mandau ini digunakan oleh masyarakat dayak untuk dijadikan sebagai alat berburu, dan alat untuk bertani. Sedangkan pada bagian kesenian budaya, mandau tersebut merupakan tanda pengenal dari penduduk dayak di daerah kalimantan, selain itu mandau juga mencirikan keberanian, kesabaran, dan yang terakhir adalah ketelitian. Dibawah ini akan ada informasi mengenai sturuktur (susunan-susunan) dari senjata Mandau : 1. Kupang Mandau (Sarung bilah mandau) Kupang ini adalah sarung dari senjata mandau. Kupang tersebut dibuat dari kayu yang kuat, yang mana bahan-bahan sarung itu dilapisi oleh tanduk rusa, selain itu ada hiasan- hiasan ukiran pada lazimnya. Pada atas kupang mandau dikasih tempuser undang, yang mana tempuser udan itu ikatan pada kupang yang terbuat dari anyaman rotan. Selain hanya diikat dengan tempuser, diatas kupang mandau pun terdapat ikatan semacam kantong yang dibuat dari kulit kayu yang berisi kayu gading, dan pisau penyerut. Kayu gading dan pisau penyerut ini sangat diyakini oleh masyarakat dayak itu dapat menolak akan datangnya binatang buas yang mendekati diri kita. Mandau yang sudah ditutupi dengan sarung dalam kupang, biasnya senjata mandau tersebut diikatkan pada pinggang dengan anyaman-anyaman dari rotan. 2. Ambang Mandau Ambang ini adalah sebutan bagi mandau yang mana ambang ini terbuat dari besi biasa. Ambang ini kerap dijadikan cinderama oleh masyarakat penduduk suku dayak tersebut. Orang-orang awam atau orang-orang yang tak terbiasa melihat benda tersebut atau memegang senjata tradisional yang asli, maka orang tersebut akan merasa kesulitan untuk membedakan antara ambang dengan mandau yang asli. Apabila dilihat dan diterawang secara jelas/detail memang kedua senjata tersebut hampir memiliki bentuk yang sama. Akan tetapi, kedua senjata tersebut sangatlah berbeda. Apabila kita melihat senjata tersebut lebih jelan lagi, maka disitulah akan terlihat bahwa ada perbedaan ambang dengan mandau ini. Perbedaan ambang dengan mandau ini adalah, perbededaan mandau ini terdapat pada senjatanya sendiri, yang mana senjata mandau ini memiliki ukiran emas, tembaga atau perak. Selain itu, mandau ini lebih kuat dan lentur. Bahkan ambang ini kebalikan dari mandau, senjata ambang tersebut hanya dibuat dari besi-besi biasa tanpa menggunakan tembaga, emas dan bahan-bahan lainnya. 3. Hulu Mandau(gagang mandau) Gagang mandau ini mempunyai dua nilai terpenting. Yang pertama itu adalah sebagai tangkai senjata atau pegangan senjata. Kedua bentuk gagang itu memberikan jenis karakter pada sebuah mandau. Bentuk dasar gagang mandau ini biasanya yang menyerupai dengan hewan-hewan yang berbaki empat, burung dll. Maka telah sepatutnya ketika kita melihat dari edukasi dan nilai-nilai yang terkandung pada sebuah mandau. Kususnya untuk penduduk suku dayak harus terus melestarikan dan mempunyai nilai kebanggaan tersendiri terhadap senjata tradisional suku dayak ini yang bernama “Mandau”. 4. Penjelasan Langgei Puai Disamping kupang itu ada sarung yang kegunaannya untuk menyimpan pisau yang berbatang kecil, yang mana bilah kecil itu memiliki gagang panjang, gagang panjang itu dinamankan dengan nama “Langgei Puai”. Langgei Pui ini merupakan salah satu senjata pelengkap mandau, Langgei Puai ini banyak sekali kegunaan fungsinya, layaknya seperti “Survival Knife”. Karena dapat digunakan untuk berbagai jenis keperluan, keperluan itu misalkan dimulai dari meraut bambu kering untuk digunakan sebagai peluru, dapat membuat ukiran, mengeluarkan duri-duri dari telapak kaki, mencongkel peluru yang menusuk di daging binatang buruan, dan masih banyak kegunaan-kegunaan lainnya. Ada sedikit tambahan mengenai senjata tradisional kalimantan utara “Mandau”, untuk mandau yang baru saja dibuat, Langgei Puai ini sengaja tidak diselipka pada kupang mandau tersebut. Karena Langgei Puai ini hanya dapat di selipkan untuk mandau yang telah dipergunakan untuk berperang, dan pernah menumpahkan darah-darah musuh.


Budaya Lainnya

Lambang Kabupaten Kupang

Lambang atau logo daerah merupakan perwakilan visual sebuah daerah yang memiliki perbedaan dengan lambang daerah lain, yang memuat berbagai unsur-unsu [...]

Baca Selengkapnya

Alat Musik Panting

Panting merupakan alat musik tradisional yang dipetik yang berbentuk hampir mirip dengan gambus Arab tetapi memiliki ukurannya lebih kecil. Panting me [...]

Baca Selengkapnya

Pantai Gunung Namak, Bangka Selatan

Pantai Gunung Namak merupakan salah satu destinasi wisata pantai terbaik yang berada di Bangka Belitung. Pantai ini tidak seperti pantai - pantai lain [...]

Baca Selengkapnya

Kerajaan Kajuruhan

Kanjuruhan adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu di Jawa Timur, yang pusatnya berada di dekat Kota Malang. Kanjuruhan diduga telah berdiri pada abad k [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Muhamad Noval Ramadan 2020-04-22 09:40:54

Berikan Komentar