BudayaDetail Budaya

Sate Matang Makanan-Minuman Tradisional

2018-09-12 08:21:57
| | |
Share:

Sate bukanlah makanan asing bagi kita. Hampir semua orang pernah mecicipi kuliner tersebut. Di Aceh terdapat pula kuliner tersebut, namun dinamai dengan unik. Sate satu ini memang sekilas hampir mirip dengan sate di Indonesia pada umumnya, namun dalam segi penyajian dan rasanya sangat berbeda dan sangat khas. Namanya Sate Matang, nama ini diambil dari nama suatu tempat di Aceh, yaitu Kota Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireuen. Menurut asal usul, di tempat inilah Sate Matang pertama kali diperkenalkan oleh penjualnya. Sejak tahun 90-an Sate Matang kemudian mulai populer dan dikenal oleh masyarakat luas. Hingga kini Sate Matang mulai menyebar luas, tidak hanya di Aceh saja, namun juga terdapat di beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Kuliner satu ini terkenal dengan rasanya yang gurih dan aroma dagingnya yang menggugah selera. Tambahan lagi, bumbu kacang kental yang rasanya pedas manis. Semakin nikmat, jika disantap bersama nasi putih hangat. Uniknya, sate juga dimakan bersama soto daging yang ditaburi kentang goreng dan bawang goreng. Semuanya kian menambah goyangan lidah dalam menikmati sensasi suap demi suap Sate Matang. Daging yang telah di potong kecil-kecil ini disematkan pada tusukan, lalu di rendam dalam adonan bumbu berupa rempah-rempah beberapa saat. Lalu sate siap di panggang di pemanggangan. Sate Matang ini tidak hanya disajikan dengan bumbu kacang saja diracik dengan bumbu khusus dan ditumbuk hingga halus, namun juga kuah kaldu kambing yang khas. Banyaknya rempah-rempah di dalam kaldu, membuat kuah kaldu ini menghasilkan aroma yang kuat, segar, dan lembut. Tercium bau rempah-rempah seperti kapulaga, bunga lawang, cengkeh, kayu manis, dan merica. Sate Matang ini terbuat dari bahan dasar daging kambing atau daging sapi. Biasanya jenis daging tersebut disesuaikan dengan keinginan pembeli. Sate Matang memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dengan sate lain di Indonesia. Perpaduan rasa sate dan kuah soto yang gurih, serta rasa bumbu kacang yang manis, tentu menghasilkan sensasi rasa yang khas dan nikmat. Selain itu, didukung dengan tekstur daging yang empuk tentu membuat kenikmatan Sate Matang ini semakin komplit. Per tusuk sate ini biasanya dihargai Rp 3.000. Namun, umumnya satu porsi nasi ditambah sepiring sate dan soto dihargai Rp 25.000. Harga bisa berbeda, tergantung jumlah sate yang dipesan. (Sumber : https://ksmtour.com/wisata-kuliner/kuliner-aceh/sate-matang-lezatnya-sate-dengan-bumbu-khas-aceh.html)


Budaya Lainnya

Tidung (Tarakan) kerajaan Kalimantan Utara

Di provensi Kalimantan utra terdapat Kerajaan Tidung (Tarakan) pada tahun 1551-1916. Kerajaan Tidung atau dikenal pula dengan nama Kerajaan Tarakan (K [...]

Baca Selengkapnya

Pulau Tatas

Pulau Lodji Tatas atau Pulau Tatas (Belanda: eilandje/eiland Tatas) adalah sebuah delta (pulau sungai) yang dikelilingi oleh sungai Barito, sungai Kui [...]

Baca Selengkapnya

Fauna khas daerah Kepulauan Bangka Belitung

Fauna di Kepulauan Bangka Belitung lebih memiliki kesamaan dengan fauna di Kepulauan Riau dan semenanjung Malaysia daripada dengan daerah Sumatera. Be [...]

Baca Selengkapnya

Pantai Malabero : Lagu Daerah Bengkulu

Pantai Malabero Elok nian tepi pantai malabero pasang kering hari minggu pulo bujang gadisnyo pai bemain rami - rami diate karang Elok nian pem [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar