BudayaDetail Budaya

Puri Agung Tabanan Keraton / Kerajaan

2018-12-16 04:10:25
| | |
Share:

Puri Agung Tabanan adalah sebutan untuk tempat kediaman Raja Tabanan, yang merupakan salah satu puri di Bali. Keberadaan Puri Agung Tabanan berkaitan dengan tokoh Arya Kenceng, yang dipercaya ikut datang bersama Gajah Mada ketika Majapahit menaklukkan Kerajaan Bedulu di Bali pada tahun 1343. Diceritakan setelah Bali berhasil ditaklukan, sebelum Patih Gajah Mada meninggalkan pulau Bali, semua Arya dikumpulkan, diberikan ceramah tentang pengaturan pemerintahan, ilmu kepemimpinan sampai pada ilmu politik. Tujuan utamanya ialah tetap mempersatukan pulau Bali dan dapat dipertahankan sebagai daerah kekuasaan Majapahit. Setelah semua dirasa cukup, semua Arya diberikan daerah kekuasaan yang menyebar di seluruh Bali. Sirarya Kenceng diberikan kekuasaan di daerah Tabanan dengan rakyat sebanyak 40.000 orang. Arya Kenceng memerintah Tabanan, dengan pusat kerajaan atau Puri Agung yang terletak di Pucangan (Buahan), Tabanan. Raja Tabanan III, Sirarya Ngurah Langwang kemudian mendapat perintah dari Dalem Raja Bali agar memindahkan kerajaannya yang di Pucangan ke daerah selatan. Akhirnya Arya Ngurah Langwang mendapat pewisik, dimana ada asap (tabunan) mengepul agar disanalah membangun puri. Setelah melakukan pengamatan dari Kebon Tingguh, terlihat di daerah selatan asap mengepul ke atas. Kemudian beliau menuju ke tempat asap mengepul tersebut yang ternyata keluar dari sebuah sumur yang terletak di dalam area Pedukuhan yaitu Dukuh Sakti (di Pura Pusar Tasik Tabanan sekarang). Akhirnya ditetapkan di situlah beliau membangun Puri. Setelah selesai, dipindahlah secara resmi kerajaannya beserta Batur Kawitannya dari Pucangan ke Tabanan (sekitar Abad 14). Oleh karena asap terus mengepul dari sumur seperti tabunan, puri beliau diberi nama Puri Agung Tabunan, yang kemudian pengucapannya berubah menjadi Puri Agung Tabanan, sedangkan Kerajaannya disebut Puri Singasana dan Raja bergelar Sang Nateng Singasana. Sumber : http://diangiri.blogspot.com/2016/08/kerajaan-puri-agung-pacekan-jembranabali.html


Budaya Lainnya

Bahasa Cia-cia atau Bahasa Buton

Bahasa Cia-Cia atau Bahasa Buton Selatan, ialah sejenis bahasa Austronesia yang ditutur disekitar Kota Bau-Bau di selatan Pulau Buton yang terletak di [...]

Baca Selengkapnya

Bahasa Adang

Bahasa Adang adalah sebuah bahasa Austronesia yang dipertuturkan di wilayah Pulau Alor bagian barat laut, provinsi Nusa Tenggara Timur. Dituturkan ole [...]

Baca Selengkapnya

Tanaman Khas Kota Wonosobo, Dieng

Tanaman khas dieng yang memiliki nama latin Vasconcellea Cundinamarcencis yang sering disebut dengan pepaya Dieng ini merupakan tanaman yang tumbuh su [...]

Baca Selengkapnya

Kue Karawo

Nama yang aneh bukan? Baru dengar? tenang saja , kue ini merupakan salah satu kue khas dari Gorontalo. Mengapa disebut dengan Karawo, karena kue ini d [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar