BudayaDetail Budaya

Puri Agung Amlapura Keraton / Kerajaan

2018-12-16 04:42:08
| | |
Share:

Puri Agung Karangasem didirikan sekitar akhir abad ke-19 oleh Anak Agung Gede Djelantik yaitu raja Karangasem yang pertama. Daya tarik utama dari puri agung ini adalah arsitektur bangunannya yang memiliki perpaduan antara arsitektur Bali, China, dan Eropa. Arsitektur Bali dapat dilihat pada ukiran candi, patung dan relief wayang yang terdapat pada dinding bangunan. Sedangkan pengaruh Eropa terlihat dari bentuk bangunan induk dan beranda yang sangat luas dengan nama Maskerdam. Dan arsitektur China terletak pada motif ukiran yang terdapat pada pintu, jendela dan ornamen-ornamen bangunannya. Bahkan, di halaman puri agung ini terdapat pohon leci yang umurnya sudah sangat tua. Selain perpaduan beberapa arsitektur bangunannya, daya tarik yang khas dari Puri Agung Karangasem juga terletak pada candi-candinya yang menjulang tinggi yang mencapai ketinggian kira-kira 25 meter yang terbuat dari batu bata dan dihiasi cetakan yang bermotif wayang. Di depan candi terdapat sepasang patung singa dan sepasang patung penjaga pintu serta sepasang pos penjagaan. Puri Agung Karangasem memiliki luas areal yang mencapai 20.000 m² dan dikelilingi oleh tembok yang tinggi dan tebal. Di lingkungan puri agung ini terdapat 2 puri lainnya yaitu Puri Gede dan Puri Kerta Sura yang letaknya di sebelah barat. Puri Agung Karangasem terdiri dari 3 bagian yaitu halaman pertama bernama Bencingah, halaman kedua bernama Jaba Tengah, dan halaman paling dalam adalah bangunan utama yaitu Maskerdam. Pemberian nama Maskerdam tersebut ada kaitannya dengan nama kota Amsterdam di Belanda. Sebab, pada saat pembangunan gedung tersebut, sedang dijalin hubungan baik antara raja Karangasem dengan Kerajaan Belanda. Bangunan induk ini digunakan sebagai istana raja. Sedangkan bangunan yang berada di belakang Maskerdam disebut London, berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga raja. Pemberian nama itu dikarenakan kota London di Inggris bertetangga dengan kota Amsterdam di Belanda. Di depan istana Maskerdam terdapat sebuah bangunan bernama Bale Pemandesan, yang fungsinya untuk tempat upacara potong gigi atau juga tempat menyimpan sementara jenasah para keluarga Puri yang meninggal sampai upacara pelebon dilaksanakan. Di dekat bangunan ini yang menghadap ke kolam terdapat patung singa bersayap yang besar. Di depan Bale Pemandesan terdapat Bale Pewedaan atau Bale Lunjuk, yang berfungsi tempat para pendeta memuja bila ada upacara keagamaan. Di depan komplek Maskerdam terdapat Bale Kambang atau Gili yang berada ditengah-tengah kolam air, yang fungsinya untuk tempat rapat keluarga besar Puri. Di sebelah selatan kolam terdapat bangunan tua bernama Bale Werdastana yang pembangunannya dilaksanakan oleh orang-orang China. Bangunan ini seluruhnya menggunakan arsitektur dan motif China. Sayangnya bangunan Bale Werdastana ini telah hancur karena usia tua dan karena akibat gempa bumi yang terjadi pada tahun 1979. Sumber : https://myrepro.wordpress.com/2015/11/23/kerajaan-kerajaan-yang-masih-ada-di-pulau-bali/


Budaya Lainnya

Totobuang

Alat musik tradisional Maluku Totobuang adalah alat musik asli masyarakat Maluku yang tidak dipengaruhi oleh budaya luar sedikit pun. Alat musik ini a [...]

Baca Selengkapnya

Aceh Lon Sayang

Daerah Aceh, tanoh lon sayang nibak tempat nyan, lon udep matee Tanoh keuneubak, indatu moyang lampoh deungon blang, luah bukeon lee Tanoh keu [...]

Baca Selengkapnya

Pugung Raharjo

Situs Pugung Raharjo merupakan taman purbakala peninggalan dari nenek moyang yang berasal dari tradisi megalith dan klasik dan berkembangnya agama isl [...]

Baca Selengkapnya

Senjata Tradisional Banten – Golok Ciomas

Senjata Tradisional Banten yang bernama Golok Ciomas in merupakan senjata yang bersejarah diwilayah Banten. Golok Ciomas ini tidak berbeda dengan golo [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar