BudayaDetail Budaya

Pura Goa Lawah, Klungkung Bali Pura (BCB)

2018-12-11 13:13:11
| | |
Share:

Tepat menghadap laut di Kusamba, sisi selatan Klungkung, terdapat sebuah pura kuno bernama Goa Lawah yang telah berusia 10 abad. Seperti namanya, Pura Goa Lawah berwujud sebuah gua alam yang dikelilingi beberapa bangunan pelinggih. Statusnya sebagai satu dari sembilan pura penyangga mata angin atau Pura Kahyangan Padma Bhuwana menjadikan pura yang terletak di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, ini salah satu pura terpenting bagi masyarakat Bali. Pura Goa Lawah dalam kepercayaan Hindu Bali diposisikan sebagai Pura penyangga arah tenggara (gneya) dari daratan Bali. Menurut beberapa catatan sejarah, antara lain Lontar Usana Bali dan Lontar Babad Pasek, Pura Goa Lawah didirikan sekitar abad 11 Masehi. Pura ini didirikan pada tahun 929 Saka atau 1007 Masehi atas prakarsa Mpu Kuturan, penasihat Raja Anak Wungsu. Disebutkan pula bahwa pada abad ke-14 Masehi, pura ini mengalami pemugaran dan perluasan kompleks. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, lorong gua ini terhubung dengan mulut Gua Raja di Kompleks Pura Besakih yang berjarak sekitar 30 kilometer. Hanya saja, pada tahun 1917, lorong tersebut runtuh akibat gempa besar. Salah satu hal menarik dari Goa Lawah adalah kawanan kelelawar yang memenuhi lorong gua ini. Kelelawar-kelewar ini dilindungi oleh aturan adat setempat dan terlarang untuk diburu atau ditangkap. Hal ini membuat keriuhan suara koloni hewan nokturnal ini menjadi salah satu fenomena tersendiri yang dapat disaksikan para pengunjung. Selain itu, keberadaan relief kelelawar di salah satu gerbang/Candi Gelung yang memisahkan halaman tengah (jaba tengah) ke halaman dalam (jeroan) pura menjadi simbol bahwa hewan ini mendapat kedudukan yang khusus di pura ini. Goa Lawah memiliki korelasi yang sangat erat dengan Pura Besakih di lereng Gunung Agung yang merupakan pura induk (mother temple) bagi seluruh umat Hindu Bali. Menurut Lontar Prekempa Gunung Agung, Pura Goa Lawah merupakan representasi kepala dari Naga Basuki, sedangkan Pura Gua Raja di Kompleks Pura Besakih merepresentasikan ekornya. Dalam mitologi Hindu, Naga Basuki merupakan salah satu dari tiga naga jelmaan dewa yang diturunkan untuk menyelamatkan bumi. Naga Basuki menjadi simbol dari keseimbangan siklus yang terjadi di alam. Air menguap dari laut dan turun ke bumi menjadi hujan di gunung (daratan) yang pada akhirnya kembali ke laut. Konsep keseimbangan alam yang berkaitan erat dengan eksistensi Goa Lawah menjadikannya pusat pemujaan terhadap Bhatara Tengahing Segara, representasi Tuhan dalam wujud pemelihara lautan. Di samping itu, Goa Lawah juga menjadi tempat pemujaan Dewa Maheswara yang merupakan penguasa arah mata angin tenggara dalam mitologi Hindu Bali. Selain karena latar belakang mitologis tersebut, korelasi erat Goa Lawah dengan Pura Besakih juga terjadi karena prosesi upacara Ngaben. Menurut keterangan pengurus pura, setelah pelaksanaan ngaben, umat Hindu melakukan persembahyangan di Goa Lawah. Setelah itu, mereka melakukan sembahyang di Pura Besakih sebagai wujud syukur terlaksananya upacara tersebut. [Ardee/IndonesiaKaya] Sumber : https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/pura-gua-lawah-persemayaman-kepala-sang-naga-basuki-penyeimbang-alam


Budaya Lainnya

Si Kepar

Pada zaman dahulu kala, di sebuah daerah di Kabupaten Aceh Tenggara, hiduplah seorang janda bersama dengan anak laki-lakinya yang bernama Si Kepar. Ay [...]

Baca Selengkapnya

permainan tradisional cublak cublak suweng

Untuk memainkan nya butuh sedikitnya 3 orang tapi lebih baik 6 orang atau lebih, pada permainan ini ada yang namanya Pak Empo yang bertugas untuk menc [...]

Baca Selengkapnya

Ruduih

Ruduih adalah senjata yang tampak sama seperti kelewang. Ia berbentuk seperti pedang dengan satu sisi bilah yang tajam. Bila pada kelewang sisi bilah [...]

Baca Selengkapnya

Tari Men Sahang Lah Mirah Tarian Tradisional Bangka Belitung

Tari Men Sahang Lah Mirah Tarian Tradisional Bangka Belitung - Tari Men Sahang Lah Mirahadalah sebuah pertunjukan tarian daerah yang berasal dari Kepu [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar