BudayaDetail Budaya

Pura Eka Wira Anantha Taman Pura (BCB)

2018-09-18 13:42:03
| | |
Share:

Mulai dari perijinan lahan, pembangunan Utama Mandala (Bale Gong), Madya Mandala (Bale Banjar, Bangunan Penunggu Pura). Tepat pada Purnaming Kapat, bulan November 1989 dilakukan Upacara Pemelaspas Alit, dengan pemuput karya Ida Pendanda Istri Keniten (Griya Kebon Jeruk Jakarta Barat). Pembangunan tahap berikutnya (1990-1995) pada Utama Mandala meliputi pembangunan Gedong, Bale Pawedan Pelataran tempat persembahyangan, dan Asogan tempat sesajen. Mandya Mandala: pembangnan Kuri Agung dan Apit Surang, pembetonan jalan area Madya mandala. Nista Mandala : mencakup penyediaan air bersih dan penerangan (listrik) untuk seluruh area pura. Pembangunan Tahap III meliputi pembangunan Bale Pelik (Utama Mandala), pembangunan Bale Kulkul, pembangunan Sekolah Agama (SD, SLTP, SLTA), dan ruang Perpustakaan (Madya Mandala). Pada bagian Nista Mandala dibangun panggung terbuka, ruang tunggu, kamar-kamar peturasan, Kantin dan Kafetaria. Renovasi mencakup Padmasana, Pelinggih Ngurah dan Taksu. Beji areaya diperluas menjadi Taman Sari, pembuatan sumur, system penerangan diremajakan demikian juga area lainnya termasuk pagar keliling yang semula dari besi diganti dengan tembok termasuk bangunan-bangunan lainnya. Pura Eka Wira Anantha diresmikan pada tanggal 18 Oktober 1999 oleh Dan Jen Kopassus Bapak May Jen Syahrir MS, dengan penandatanganan prasasti di atas batu fosil yang ditatangkan dari Kabupaten Lebak, Rangkas Bitung. Upacara Ngeteg Linggih Pura Eka Wira Anantha dilaksanakan pada Purnamaning Kapat, Senin Coma Pon Wuku Shinta tanggal 25 Oktober 1999. Pura Eka Wira Anantha Serang merupakan Pura Jagatnatha. Terdiri dari Trimandala (Bhur, Bwuah, Swah). Perhiyangan, pelemahan, pawongan. Pelinggih utama adalah Padmasana & Pengaruman/Pepelik Pelinggih berikutnya adalah Taksu agung Pelinggih berikutnya Pengerurah. Bangunan yang lainnya adalah Bale Pewedaan & Bale penyimpanan. di Utamaning Mandala juga yang dibatasi oleh Tembok pemisah, memiliki taman sari / Beji yang dihiasi dengan kolam dan air mancur beserta relief sekedarnya. Madya mandala terdiri dari bale gong & lelambatan, serta Bale kulkul serta pelinggih apitlawang Dwepara di depan Candi Gelung. Dapur suci & Lumbung suci terletak di Mandala puniki.


Budaya Lainnya

Burung Kuau Melayu

Burung Kuan Melayu atau Merak kerdil atau Kuau-kerdil malaya atau Kuau melayu atau dalam nama ilmiahnya (Polyplectron malacense) adalah salah satu bur [...]

Baca Selengkapnya

Ritual Sikok Selawang

Ritual Sikok Selang atau Nganggung sebagai salah satu tradisi nenek moyang yang masih dilakukan oleh masyarakat di Desa Irat Kecamatan Payung. Nganggu [...]

Baca Selengkapnya

Pura Goa Lawah, Klungkung Bali

Tepat menghadap laut di Kusamba, sisi selatan Klungkung, terdapat sebuah pura kuno bernama Goa Lawah yang telah berusia 10 abad. Seperti namanya, Pura [...]

Baca Selengkapnya

Calong

Calong adalah alat musik tradisional yang berbahan dasar batok kelapa dan bambu. Biasanya alat musik ini dimainkan sendiri, namun berkembangnya jaman [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar