BudayaDetail Budaya

Pura Dharma Sidhi Pura (BCB)

2018-09-18 13:55:25
| | |
Share:

Sejarah Pura Dharma Sidhi: Tahun 1990-1993 Pembangunan Pura Dharma Sidhi tahap 1 pada kavling ke-1 yaitu bangunan suci Bale Pertemuan, Pelinggih Padmasari, Pengrurah dan Beji. Pembentukan panitia pembangunan II dengan Ketua I Ketut Artha yang didukung oleh seluruh umat Hindu Ciledug untuk dapat memperluas keberadaan Pura Dharma Sidhi. Pembelian kavling ke-2 seluas 300m2 dan pembangunan tahap 2 yang merupakan pembangunan Pura Dharma Sidhi terbesar, dimana yang dibangun adalah Bale Pawedan, Bale Papelik, Kori Agung, Bale Kulkul, Taman Sari dan sarana lain. Karya Ngenteg Linggih dan Pemelaspasan Pura Dharma Sidhi pada Budha Kliwon Ugu, tanggal 26 Mei 1993. Tahun 1997 Pembangunan Pelinggih Padmasana, yang mana Pelinggih Padmasari menjadi inti Pelinggih Padmasana yang ada sekarang ini. Atas petunjuk Manggala Pura, bahwasannya Kori Agung yang dibangun kurang pas dengan keberadaan pelinggih Padmasari, maka panitia pembangunan pelinggih Padmasana pun di bentuk. Tahun 1998 Pembelian kavling ke-3 seluas 300m2 untuk pembangunan Pasraman, Wantilan dan Perantenan. Pembelian satu barung gambelan guna mendukung kegiatan Pujawali dan peningkatan apresiasi seni warga Banjar. Tahun 2004 Pembelian kavling ke-4 seluas 600m2 untuk sarana parkir kendaraan yang keberadaannya semakin dibutuhkan guna memberikan kenyamanan pada setiap umat. Tahun 2005 Pembelian kavling ke-5 seluas 300m2sebagai Nista Mandala guna sarana parkir, perantenan dan sarana pendukung lainnya, serta dapat menjaga kesucian (bagian hulu) dari pelinggih-pelinggih di Uttama Mandala. Tahun 2015 Pelaksanaan renovasi Gedung Pasraman dengan perluasan ruang kelas sebanyak 3 (tiga) ruang kelas dan 1 (satu) ruang guru, sehingga kini Pasraman memiliki 6 ruang kelas/ belajar dan 1 ruang guru. Pada tahun ini pula dilaksanakan perapian sarana parkir kendaraan dan pembangunan sarana ekonomi umat, berupa warung yang rapi dan bersih, serta pembelian tanah kavling seluas 9 x 20 meter.


Budaya Lainnya

Parang Nabur

Parang Nabur adalah pedang lengkung yang berasal dari Banjarmasin Kalimantan Selatan. Pedang ini banyak dibuat oleh Kesultanan Banjarmasin pada awal a [...]

Baca Selengkapnya

Dodol Rumput Laut

Kuliner khas masyarakat Nunukan, Kalimantan utara yang juga terkenal lezatnya yakni Dodol Rumput Laut. Dodol rumput laut merupakan salah satu bentuk d [...]

Baca Selengkapnya

Mangga Kasturi

Mangga kasturi yang bernama latin Mangifera casturi Kosterm, merupakan salah satu dari sekitar 31 jenis mangga yang dapat ditemukan di Kalimantan. Man [...]

Baca Selengkapnya

Lempok Durian Khas Riau

Lempok Durian merupakan makanan Khas dari riau dari tekstur atau bentuknya sekilas seperti dodol makanan ini terbuat dari durian lalu dibentuk seperti [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar