BudayaDetail Budaya

Pura Besakih, Pura terbesar di Bali Pura (BCB)

2018-12-11 23:39:52
| | |
Share:

Pura Besakih berada di Desa Besakih, Kecamatan Rendang. Bangunannya berdiri di lereng sebelah barat daya Gunung Agung yang merupakan gunung tertinggi di Bali. Pura agung berjarak sekitar dua puluh lima kilometer ke arah utara Kota Semarapura, Kabupaten Klungkung. Pura Besakih dibangun pada abad ke-8 di areal inilah pertama kalinya tempat diterimanya wahyu Tuhan oleh Hyang Rsi Markendya, cikal bakal Agama Hindu Dharma sekarang di Bali. Konon dikala itu belum terdapat selat Bali seperti sekarang, karena pulau Jawa dan pulau Bali masih menjadi satu dan belum terpisahkan oleh lautan. Karena saking panjangnya pulau yang kita sebut sekarang dengan sebutan pulau Jawa dan pulau Bali, maka pulau ini diberi nama pulau Dawa yang artinya pulau panjang. Awal mulanya Rsi Markandeya pendiri dari Pura ini, bertapa di Gunung Hyang (Gunung Dieng di Jawa Tengah). Setelah lama bertapa Rsi Markandeya mendapat wahyu untuk merambas hutan di Pulau Dawa dari selatan menuju ke utara. Ditempat perambasan hutan, Rsi Markandeya menanam kendi yang berisikan logam dan air suci. Logam tersebut antara lain logam emas, logam perak, logam tembaga, logam besi dan logam perunggu. Kelima logam tersebut dimasyarakat Bali disebut dengan mama Pancadatu. Selain logam juga turut serta ditanam permata yang disebut Mirahadi yang artinya mirah utama. Tempat penanaman kendi inilah yang disebut dengan nama Basuki yang artinya selamat. Diberikan nama Basuki atau selamat dikarenakan dalam perambasan hutan para pengikut dari Rsi Markandeya selamat melaksanakan tugasnya. Dengan berjalanyan waktu nama Basuki berubah menjadi Besakih. Nama Pura Besakih juga didasarkan pada mitologi Naga Basuki yang dianggap sebagai penyeimbang Gunung Mandara. Pura Besakih terdiri dari tiga pura yang dipersembahkan untuk Dewa Wisnu, Brahma, dan Siwa. Letak Desa Besakih yang tinggi memang sengaja dipilih sebagai tempat untuk mendirikan pura karena dianggap suci. Dahulu disebut “Hulundang Basukih” yang kemudian berubah menjadi Desa Besakih. Nama Besakih berasal dari bahasa Sansekerta, “wasuki” yang dalam bahasa Jawa Kuno ditulis “basuki” mempunyai arti “selamat”. Pembangunan kompleks Pura Besakih disesuaikan dengan arah mata angin yang merupakan simbol keseimbangan alam. Pura yang berdiri di keempat arah mata angin itu disebut sebagai mandala, sementara satu mandala berada di tengah yang berfungsi sebagai poros yang disebut sebagai dewa penguasa atau Dewa Catur Lokapala. Jadi kelima mandala melambangkan Panca Dewata. Pusat atau poros mandalanya adalah Pura Penataran Agung Besakih, merupakan pura terbesar dari kelompok pura yang ada dan ditujukan untuk memuja Dewa Siwa. Pura Gelap di sebelah timur untuk memuja Dewa Içwara, Pura Kiduling Kereteg berdiri di arah selatan untuk memuja Dewa Brahma, Pura Ulun Kulkul di sebelah barat untuk memuja Dewa Mahadewa, dan Pura Batumadeg yang dibangun di sebelah utara untuk memuja Dewa Wisnu. [TimIndonesiaExploride/IndonesiaKaya] Sumber : https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/pura-besakih dan https://www.rentalmobilbali.net/pura-besakih/


Budaya Lainnya

Permainan Manyipet

Perkataan Manyipet dalam bahasa Dayak Ngaju jika diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia berarti menyumpit. Dari nama tersebut dapat diketahui bhwa keg [...]

Baca Selengkapnya

Bahasa Kamaru

Sulawesi Tenggara khususnya Pulau Buton dan sekitarnya memang dikenal memiliki banyak keragaman bahasa daerah, namun sayangnya dari sekian banyak baha [...]

Baca Selengkapnya

Ratib Saman

Ratib merupakan sejenis Zikir, Puji-pujian Kepada Allah SWT, yang diucapkan berulang ulang. Mengucapkan kalimah La Illahaillallah, biasa dilakukan set [...]

Baca Selengkapnya

Suku Laut

Suku Laut Merupakan Suku asli dari Kepulauan Riau Yang Mendiami Di kepulauan Batam dari namanya Suku laut suku ini mendiami Diatas Perairan Baik Di pa [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Widi 2019-01-26 20:12:52

Megah

Widi 2019-01-26 20:16:28

Luar biasa

Berikan Komentar