BudayaDetail Budaya

Permainan Tradisional Meriam Karbit Kalimantan Barat Permainan Rakyat / Tradisional

2019-01-05 04:09:48
| | |
Share:

Menurut para ahli sejarah, meriam karbit sudah ada sejak raja pertama kota Pontianak berkuasa dulu. Raja pertama Pontianak Syarif Abdurahman Alkadrie memerintahkan semua pasukannya untuk mengusir hantu-hantu dengan meriam ketika Sultan sedang ingin membuka lahan baru. Namun ketika masa orde baru, permainan ini sempat dilarang dan kemudian setelah masa orde baru, permainan meriam karbit ini diadakan kembali. Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk memainkan meriam karbit ini cukuplah sederhana diantaranya adalah: Kayu gelondongan atau rotan dengan berat 30 kg untuk setiap meriam dengan panjang 4 meter dan diameter meriam sekitar 60-80 cm. Pisau atau alat sejenisnya untuk memotong kayu atau bamboo Ranting kayu atau bahan sejenisnya sebagai penyulut meriam karbit. Karbit (CaC2) yang tersedia di pasaran tetapi dengan harga yang cukup mahal Minyak tanah Air secukupnya dan Korek api untuk menyalakan api ke ranting kayu yang telah dipasangi ke meriam karbit. Permainan ini sebaiknya dianjurkan untuk dimainkan oleh anak-anak terutama yang masih di bawah umur. Sebaiknya jika ingin bermain harus dalam pengawasan orang yang lebih tua. Cara bermain meriam karbit ini terbilang cukup sederhana. Sumber:https://www.permainan-tradisional.com/2015/01/permainan-tradisional-khas-kota.html?m=1.


Budaya Lainnya

Tari Ma'Bundu Sulawesi Barat

Tari Ma’bundu adalah sebuah tari tradisional dari Sulawesi Barat. Tari ini merupakan Tarian Perang Tradisional yang dipadukan dengan beberapa tarian [...]

Baca Selengkapnya

Babun

Babun adalah alat musik tradisional Kalimantan Utara yang terbuat dari kayu dan memiliki lapisan kulit binatang pada setiap ujungnya yang berlubang. B [...]

Baca Selengkapnya

Enggang Gading

Rangkong gading atau Enggang gading (Buceros/rhinoplax vigil) adalah burung berukuran besar dari keluarga Bucerotidae. Burung dini ditemukan di Semena [...]

Baca Selengkapnya

Makam Depati Bahrin

Depati Bahrin adalah salah seorang pahlawan Bangka yang menentang penjajah Belanda. Makamnya berada di desa Kimak, Kecamatan Merawang. Lokasi ini dapa [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar