BudayaDetail Budaya

Peninggalan Jepang dan Belanda yang Tersembunyi di Kota Kendari Ornamen

2018-09-11 09:46:49
| | |
Share:

Jepang dan Belanda merupakan dua dari beberapa negara yang pernah memasuki kota Kendari dengan tujuan menguasai jalur perdagangan dan melakukan penjajahan pada para pejuang dahulu dan tak sedikit kedua negara ini meninggalkan situs cagar sejarah dan budaya yang tersembunyi dan belum diketahui oleh masyarakat Kota Kendari. 1. Rumah Controleur Belanda 1 Bekas rumah Contoleur Belanda ini berada di lereng bukit di kawasan kota lama Kendari yang secara administratif masuk dalam wilayah Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari. Sekarang, rumah ini menjadi rumah dinas Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tenggara. Secara fisik, beberapa komponen bangunan lama seperti separuh dinding bagian depan dan samping masih dipertahankan tetapi disesuaikan dengan bangunan gaya modern. Sepintas, tidak terlihat lagi ciri arsitektur lama pada bangunan ini. Secara historis, Controleur Belanda yang dahulu menghuni rumah ini bertugas sebagai kepala pemerintahan Onderafdeeling Kendari, di bawah Afdeeling Buton. Rumah ini menghadap ke Timur atau ke laut. Di halaman sudut Tenggara, terdapat meriam dengan kondisi kurang terawat. Meriam ini berukuran panjang 227 cm, diameter pangkal 38 cm, diameter ujung 18 cm dan lubang meriam berukuran 10 cm. 2. Rumah Jabatan Komandan Tentara Belanda Bekas rumah jabatan Komandan Tentara Belanda ini berada di Jalan Lakidende, termasuk wilayah Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari. Bangunan ini berada sekitar 60 meter dari bekas rumah controleur Belanda. Sekarang, bangunan ini difungsikan sebagai rumah Dinas Angkatan Darat Korem 143/HO dan telah mengalami renovasi pada tahun 2005. Di sebelah barat terdapat satu bunker. Dinding luar rumah dicat warna kuning, sedangkan daun pintu dan kuseng jendela dicat warna coklat Dimensi bangunan adalah panjang 15,3 m, lebar 10,3 m, dan tinggi langit-langit dari lantai adalah 3,7 m. Arah hadap ke selatan, di bagian depan terdapat teras yang lebarnya mengikuti lebar rumah dengan panjang 5 m, tetapi menurut Ansar (66), penghuni rumah yang terlibat dalam proyek renovasi , ukuran panjang yang asli hanya 4 m. Atap bangunan adalah seng model genteng dengan posisi landai. Sebelum dipugar, bahan atap adalah sirap. Pintu utama rumah di bagian depan, dengan dua daun pintu. Bagian dinding dilengkapi jendela kaca dengan bingkai kota-kotak kayu. Dinding samping juga dilengkapi dengan tiga pasang jendela dengan ventilasi kotak-kotak kecil di atasnya. Sedangkan sisi samping yang lainnya terdapat sebuah pintu dengan tiga pasang jendela di sebelahnya. Di bagian interior rumah, terdapat 4 kamar dilengkapi 1 ruang tamu, dan 1 ruang tengah. Di belakang atau di sebelah utara bangunan utama, terdapat bangunan penunjang yang dihubungkan oleh tiang-tiang beratap seng. Bangunan penunjang tersebut berbentuk huruf L, memanjang dari timur ke barat dan dari utara ke selatan, membentuk sudut di bagian tenggara. Ukuran bangunan penunjang dari timur ke barat 33 meter, dengan lebar 3,2 m. Bangunan penunjang terbagi menjadi 6 kamar, 1 gudang, dan 1 dapur yang masih memiliki cerobong asap. Dan masih ada banyak peninggalan sejarah lain . cek di https://zonasultra.com/inilah-peninggalan-jepang-dan-belanda-yang-tersembunyi-di-kota-kendari-2.html


Budaya Lainnya

Kecapi Mandar

Kecapi Mandar atau yang biasa disebut oleh masyarakat Sulawesi Barat sebagai Kecaping Tobaine adalah alat musik khas Sulawesi Barat yang dimainkan ole [...]

Baca Selengkapnya

KAHANGGA

Merupakan kue tradisional Bima. Bahan dasarnya terbuat dari tepung beras dan gula. Anda akan mudah mendapatkannya di Bima. Rasanya gurih dan manis, da [...]

Baca Selengkapnya

Asal Mula Sungai Jodoh

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang gadis bernama Mah Bongsu. Ia adalah anak yang Yatim piatu dan bekerja sebagai pembantu di rumah Mah Piah, seo [...]

Baca Selengkapnya

Bahasa Sulawesi Barat

Bahasa yang Digunakan Masyarakat Sulawesi Barat Ada beberapa bahasa daerah yang digunakan masyarakat di Sulawesi Barat yakni bahasa Mandar, dan ba [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar