BudayaDetail Budaya

Pelile’an(Tarsius) - Kera mungil bermata belo dari Belitung Fauna Khas Daerah

2018-09-02 15:18:59
| | |
Share:

Sejak tahun 2011 Tarsius Bancanus Saltator atau bahasa Belitung Pelile’an dengan sub spesies Chephalopacus Bancanus Saltatore, telah ditetapkan sebagai ikon fauna Provinsi Bangka Belitung. Sub spesies ini hanya terdapat di Pulau Belitung dan populasinya kurang dari 1.000 ekor sekarang. Pelile’an hampir terlihat tidak memiliki bulu. Jari-jarinya seperti jejari manusia, dan kakinya yang panjang bekerja dengan unik ketika meloncat. Tarsius Bancanus Saltator memiliki panjang tubuh sekitar 12-15 cm, panjang ekor sekitar 232 mm dan berat tubuh sekitar 128 gram untuk yang jantan dan 117 gram untuk yang betina. Hewan ini memiliki sepasang bola mata yang besar berukuran sekitar 16 mm. Kepalanya dapat memutar hingga 180 derajat. Tarsius Bancanus Saltator juga memiliki gigi yang tajam untuk membantunya berburu serangga selama di malam hari. Bulu Tarsius Bancanus Saltator berwarna cokelat kemerahan hingga abu-abu kecokelatan. Tarsius Bancanus Saltator lebih suka tinggal di lubang-lubang di pohon atau akar-akar bambu. Tarsius Bancanus Saltator yang tersebar di Indonesia ada di Pulau Kalimantan, Sumatera, Pulau Bangka-Belitung dan Karimata. Hewan langka ini dapat temukan di kawasan Batu Mentas. Hewan ini beraktivitas pada malam hari mencari makan. Makanan utama Tarsius Bancanus adalah serangga seperti belalang, kumbang, kupu-kupu, belalang sembah, semut, dan jangkrik. Hewan ini menandai wilayahnya dengan urin dan tidak memiliki suara. Hewan ini berkomunikasi dengan gelombang ultrasonic. Hewan ini juga bersifat solitary (penyendiri). Tarsius Bancanus Saltator juga hewan yang setia dengan pasangannya. Begitu ia menemukan pasangannya, maka ia akan tinggal bersama pasangannya itu seumur hidup Di Kawasan Batu Mentas, Kabupaten Belitung terdapat kawasan penangkaran Pelile’an. Di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Belitung Timur di Kota Manggar, juga dipelihara beberapa ekor tarsius. Wisatawan yang tidak dapat melakukan observasi pelilean pada malam hari dapat melihat pelilean tersebut di Kantor Disbudpar Belitung Timur. sumber: http://www.visitbangkabelitung.com/content/tarsius http://mugwort-leaf.com/id/fauna-belitung/


Budaya Lainnya

Pantai Sousu

Pantai Sousu berlokasi di Desa Matahora, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi. Pantai Sousu menyajikan pemandangan matahari terbit yang terbaik j [...]

Baca Selengkapnya

Motif kain Kalimantan Barat - Batik Pontianak

Batik adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, na [...]

Baca Selengkapnya

Ikan Kayu - Eungkot Keumamah

Eungkot Keumamah merupakan salah satu masakan khas Aceh yang sudah ada sejak zaman dulu. Bahkan makanan ini menjadi andalan bagi para pahlawan Aceh pa [...]

Baca Selengkapnya

Monumen Pahlawan Kerja Saksi Bisu Romusha Di Riau

Mungkin banyak yang tidak tahu, ada situs besar jejak pembangunan rel kereta api di Riau bukti sejarah bahwa penjajahan Jepang yang pernah melakukan r [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar