BudayaDetail Budaya

Patung atau Arca Kalimantan Selatan Patung & Arca

2018-09-10 14:43:54
| | |
Share:

Kompas, Senin, 23 Agustus 2010 – Arca berbentuk perpaduan kadal dan katak ditemukan di hutan Bukit Beribit, Desa Tanjung Andan, Kecamatan Embalau, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Balai Arkeologi Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memperkirakan arca itu dibuat pada awal Masehi. Peneliti dari Balai Arkeologi Banjarmasin, Vida Pervaya Rusianti Kusmartono, mengatakan, kesimpulan mengenai arca mitologis yang sering disebut totem itu hanyalah sementara. “Kami mendapatkan foto-foto arca itu dari World Wide Fund For Nature (WWF) lalu menelitinya berdasarkan kajian yang ada. Setelah ada penelitian lapangan, kesimpulannya bisa sahih karena bisa mematahkan interpretasi yang tidak pas,” kata Vida yang dihubungi dari Pontianak, Minggu (22/8). Koordinator Program WWF Kalbar Hermayani Putera mengatakan, awal Juli lalu, staf WWF di Putussibau melaporkan ada penduduk sekitar menemukan arca menyerupai harimau. Temuan arca yang mirip harimau itu diperkuat oleh cerita rakyat setempat, yakni masyarakat Ot Danum, bahwa sebelum perjanjian Tumbang Anoi tahun 1884, arca mirip harimau itu digunakan untuk menjaga rumah panjang di Bukit Beribit milik suku Dayak Ot Danum yang akan diserang Dayak Iban. Hermayani menambahkan, “Perlindungan dari arca diharapkan berdampak positif terhadap upaya perlindungan hutan Bukit Beribit sehingga satwa dilindungi terjaga dari kepunahan.” Tumbang Anoi adalah perjanjian guna mengakhiri tradisi ngayau atau berburu dan memenggal kepala musuh pada perang antarsuku di kalangan suku Dayak. Namun, persepsi arca mirip harimau itu dipatahkan Vida karena harimau bukan hewan endemik Kalimantan. “Setelah saya lihat lebih lanjut, ternyata arca itu merupakan perpaduan antara reptil dan amfibi. Namun, masih harus dilakukan penelitian lanjutan terkait konteks arca itu. Yang jelas, arca totem itu merupakan penggambaran ketika itu bahwa ada kekuatan lebih besar di luar manusia yang menjaga alam sekitar mereka,” papar Vida. Sejauh ini belum bisa dipastikan arca itu dibuat oleh komunitas mana. “Pada awal Masehi, di Kalimantan hanya berdiam dua ras, yaitu Austromelanesia dan Austronesia,” tutur Vida. Arca totem itu dipahat pada sebuah batu besar yang menonjol di perbukitan. Tempat arca itu, di Desa Tanjung Andan, harus ditempuh dengan jalan kaki 24 jam. Vida berharap agar segera diterbitkan aturan untuk melindungi arca itu karena rawan pencurian.(AHA)


Budaya Lainnya

Alat Musik Kolintang Sulawesi Utara

Dahulu kala, tersebutlah sebuah desa yang indah bernama To Un Rano yang sekarang dikenal dengan nama Tondano. Di desa yang terletak di daerah Minahasa [...]

Baca Selengkapnya

Aksara Bali

Aksara Bali ialah sistem tulisan tradisional bahasa Bali yang merupakan sejenis abugida yang terbit daripada tulisan Pallava, mirip sekali dengan tuli [...]

Baca Selengkapnya

Limas Potong Rumah Adat Khas Kepulauan Riau

Limas Potong adalah salah satu bentuk rumah tradisional masyarakat melayu Riau Kepulauan. Rumah Limas Potong ini berbentuk rumah panggung dan memilik [...]

Baca Selengkapnya

Sejarah Kerajaan Islam Tamiang

Tamiang pada masa lalu pernah terpecah dua hingga menjadi dua kerajaan yakni Kerajaan Karang dan Kerajaan Benua Tunu. Tapi kedua kerajaan itu tetap tu [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar