BudayaDetail Budaya

Nibung Flora Khas Daerah

2018-09-17 00:36:55
| | |
Share:

Nibung (Oncosperma tigillarium syn. O. filamentosum) adalah sejenis palma yang tumbuh di rawa-rawa Asia Tenggara, mulai dari Indocina hingga Kalimantan. Tumbuhan ini berupa pohon dengan bentuk khas palma: batang tidak atau jarang bercabang, dapat mencapai 25m, dapat memunculkan anakan yang rapat, membentuk kumpulan hingga 50 batang. Batang dan daunnya terlindungi oleh duri keras panjang berwarna hitam. Daunnya tersusun majemuk menyirip tunggal (pinnatus) yang berkesan dekoratif. Nibung ditetapkan sebagai flora identitas provinsi atau tumbuhan khas (maskot) provinsi Riau. Tanaman dari famili Arecaceae (palem) ini, mempunyai peran penting dalam kebudayaan dan masyarakat Riau. Nibung dengan karakteristiknya dianggap mampu melambangkan semangat persatuan dan persaudaraan masyarakat Riau. Tanaman khas provinsi Riau ini merupakan tumbuhan asli Indonesia yang tersebar mulai dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Selain itu juga hidup alami di Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Brunei Darussalam. Pohon Nibung tumbuh merumpun seperti bambu, tinggi batangnya bisa lebih dari 25 meter dengan diameter yang sekitar 20 cm. Batang dan daunnya dilindungi duri. Daunnya seperti daun kelapa. Sedangkan bunganya berwarna kuning keunguan yang tersusun dalam tandan.


Budaya Lainnya

Makanan Manggulu

Kabupaten Sumba Timur merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki produk pangan yang beragam. Salah satunya adal [...]

Baca Selengkapnya

Motif Batik Banyumas - Jawa Tengah

Motif batik ini termasuk motif batik pedalaman Jawa. Batik pedalaman dalam urusan warna-warnanya sangatlah kalem dan juga memiliki makna simbolisasi p [...]

Baca Selengkapnya

Tradisi Mapeed

Mapeed, salah satu tradisi unik di Pulau Dewata Bali, tradisi di mana para perempuan Bali mulai dari anak kecil, remaja, sampai orang dewasa berjalan [...]

Baca Selengkapnya

Telaga Biru Cigaru

Telaga Biru Cigaru merupakan destinasi wisata yang terbentuk akibat aktivitas penggalian pasir dari tahun 2006 sampai 2012 dan menjadi destinasi wisat [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar