BudayaDetail Budaya

Ngaben Tradisi Lisan

2018-08-13 05:17:15
| | |
Share:

Ngaben merupakan salah satu upacara yang dilakukan oleh Umat Hindu di Bali yang tergolong upacara Pitra Yadnya (upacara yang ditunjukkan kepada Leluhur). Ngaben adalah upacara kremasi atau pembakaran jenazah di Bali, Indonesia. Upacara adat Ngaben merupakan sebuah ritual yang dilakukan untuk mengirim jenazah pada kehidupan mendatang. Dalam upacara ini, jenazah diletakkan dengan posisi seperti orang tidur. Beberapa Bentuk-bentuk Upacara Ngaben: 1. Ngaben Asti Wedana Sawa Wedana adalah upacara ngaben dengan melibatkan jenazah yang masih utuh (tanpa dikubur terlebih dahulu) . Biasanya upacara ini dilaksanakan dalam kurun waktu 3-7 hari terhitung dari hari meninggalnya orang tersebut. Pengecualian biasa terjadi pada upacara dengan skala Utama, yang persiapannya bisa berlangsung hingga sebulan. Sementara pihak keluarga mempersiapkan segala sesuatu untuk upacara maka jenazah akan diletakkan di balai adat yang ada di masing-masing rumah dengan pemberian ramuan tertentu untuk memperlambat pembusukan jenazah. Dewasa ini pemberian ramuan sering digantikan dengan penggunaan formalin. Selama jenazah masih ditaruh di balai adat, pihak keluarga masih memperlakukan jenazahnya seperti selayaknya masih hidup, seperti membawakan kopi, memberi makan disamping jenazah, membawakan handuk dan pakaian, dll sebab sebelum diadakan upacara yang disebut Papegatan maka yang bersangkutan dianggap hanya tidur dan masih berada dilingkungan keluarganya. 2. Swasta Swasta adalah upacara ngaben tanpa memperlibatkan jenazah maupun kerangka mayat, hal ini biasanya dilakukan karena beberapa hal, seperti : meninggal di luar negeri atau tempat jauh, jenazah tidak ditemukan, dll. Pada upacara ini jenazah biasanya disimbolkan dengan kayu cendana (pengawak) yang dilukis dan diisi aksara magis sebagai badan kasar dari atma orang yang bersangkutan. 5. Ngelungah Ngelungah adalah upacara untuk anak yang belum tanggal gigi. 4. Warak Kruron Warak Kruron adalah upacara untuk bayi yang keguguran. Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Ngaben


Budaya Lainnya

Upacara Melasti Menjelang Nyepi

Tahun baru Saka bagi umat Hindu Bali merupakan kesempatan untuk memulai kembali kehidupan dengan hati yang suci. Melalui ritual amati geni pada Hari R [...]

Baca Selengkapnya

Cerita Rakyat Kalimantan Tengah : Legenda Hantuen

Legenda Hantuen menjadi Cerita Rakyat Kalimantan Tengah yang sampai saat ini masih dipercaya sebagian masyarakat disana. Kisah rakyat Kalimantan Tenga [...]

Baca Selengkapnya

Tari Caci Khas Nusa Tenggara Timur

Tari Caci merupakan tarian tradisional khas masyarakat Manggarai di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Nama tari caci ini berasal dari kata “ca” y [...]

Baca Selengkapnya

Pa'ssura - Ukiran Kayu Suku Toraja

Bahasa Toraja hanya diucapkan dan tidak memiliki sistem tulisan.[21] Untuk menunjukkan konsep keagamaan dan sosial, suku Toraja membuat ukiran kayu da [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar