BudayaDetail Budaya

Motif Batik Truntum - Jawa Tengah Motif Kain

2018-09-13 13:23:25
| | |
Share:

Motif Truntum diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III) dari Surakarta Hadiningrat. Motif truntum memiliki makna yang sakral, Ia melambangkan cinta yang bersemi kembali. Di dalam batik truntum, tersimpan realita, CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) tidak hanya terjadi pada mereka yang pacaran, tapi juga yang telah menikah. Batik bermotif truntum biasa dipakai oleh orang tua pengantin pada hari penikahan. Harapannya adalah agar cinta kasih yang tumaruntum ini akan menghinggapi kedua mempelai. Motif batiknya seperti taburan kuntum bunga melati, atau seperti bintang yang bertaburan di langit. Zat Pewarna yang dipakai batik ini terbuat dari Soga Alam. Kegunaan dari batik ini ialah dapat dipakai saat acara pernikahan. Ciri Khas dari batik ini adalah Kerokan. Makna Filosofi batik Truntum artinya menuntun, ini diharapkan agar orang tua bisa menuntun calon pengantin. Batik ini sering digunakan di daerah Jogja namun asal batik ini berasal dari Surakarta. (Sumber; https://batik-tulis.com/blog/batik-truntum/)


Budaya Lainnya

Sumpit Senajata Tradisional Dari Kalimantan Tengah

Sumpit atau dalam bahasa Kalimantan Tengah disebut Sipet ini merupakan senjata tradisional yang dipergunakan dalam pertempuran, berburu, hingga sebaga [...]

Baca Selengkapnya

Lampung, Lapis Legit

Kue Lapis Legit Kue lapis legit merupakan salah satu makanan khas Lampung yang biasanya disajikan pada saat hari lebaran. Kue lapis legit ini memang [...]

Baca Selengkapnya

Semulen Keme : Lagu Daerah Bengkulu

Semulen Keme Alep nien semulen keme, alep budei ngan basone uku indew,(2x) Oi indok tulung indok, Oi bapak , tulung bapak Uku indew. (2x) A [...]

Baca Selengkapnya

Tari Tambun dan Bungai

Tari tambun dan bungai merupakan tarian tradisional berasal dari daerah palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tarian ini adalah tarian yang mengisahkan kep [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar