BudayaDetail Budaya

Memek - Kontroversi, Melegenda, Namun Bikin Ketagihan Makanan-Minuman Tradisional

2018-09-12 09:26:22
| | |
Share:

Mendengar namanya mungkin anda akan langsung mengernyitkan dahi dan senyum-senyum sendiri, tapi jangan berpikiran jorok dulu. Sesuai judul artikel ini, Memek (baca ‘e’ seperti membaca ‘e’ pada ‘elang’) merupakan salah satu kuliner khas Pulau Simeulue Aceh yang sudah melegenda. Meski nama kuliner ini berkonotasi negative, tapi kuliner khas pulau Simeuelue ini bikin ketagihan. Sejak zaman dulu, masyarakat Simeulue kerap membuat memek untuk disantap bersama keluarga. Tapi sekarang makanan ini sudah mulai jarang dijumpai di hari-hari biasa. Alasannya, karena terbuat dengan campuran santan, makanan ini tidak tahan lama. Bentuknya sekilas mirip dengan bubur. Namun saat dimakan, rasa pisang dan beras ketan gonseng (sangrai) lebih terasa. Aroma gurih sangit dari beras sangrai juga menusuk ke hidung. Yang membedakan ialah perpaduannya dengan beras ketan yang ditongseng, sehingga memberi tekstur ‘kriuk’ atau renyah. Nama memek ini sebenarnya memiliki arti mengunyah-nguyah atau menggigit. Pada masa dulu, nenek moyang mereka kerap mengunyah-nguyah beras ketan yang sudah dicampur pisang sehingga muncul istilah mamemek. Lambat laun, makanan tersebut disebut dengan memek. Meski makanan legendaris dan terkenal, untuk saat ini termasuk sedikit sulit untuk menemukannya. Jika ingin menjumpai makanan ini, datanglah saat bulan ramadhan, karena makanan tersebut sering dijadikan takjil saat buka puasa. Aroma bubur pisang dari kuliner khas Simeulue ini sangat cocok jika dijadikan menu berbuka, dan yang paling penting harganya murah kisaran Rp 5.000 - Rp 10.000,- untuk setiap mangkoknya. (Diolah dari berbagai sumber : https://food.detik.com/info-kuliner/d-4161376/gurih-harum-memek-jajanan-khas-simeulue-dari-ketan-dan-pisang, https://www.piknikdong.com/memek-kuliner-unik-khas-aceh-yang-melegenda.html, & https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kuliner/971698-kuliner-khas-simeulue-namanya-aneh-tapi-rasanya-mantap)


Budaya Lainnya

Rebana atau Rawana ( Sulawesi Barat )

Rebana dalam bahasa Mandar adalah rawana. Kehadiran alat musik ini merupakan penggabungan antara budaya Mandar dan budaya Arab. Rebana terbuat dari k [...]

Baca Selengkapnya

Tari sayyo

Tari sayyo merupakan tari  yang biasa dibawakan oleh 6 sampai 8  gadis-gadis berwajah manis mengenakan pakaian tradisional dari tenun sekomandi,  d [...]

Baca Selengkapnya

Sendratari Ramayanan

Sendratari Ramayana merupakan satu kesenian yang paling terkenal di Yogyakarata, biasanya turis mancanegara sangat menyukai pertunjukan ini. Biasanya [...]

Baca Selengkapnya

Suku Tionghoa

Tionghoa Jawa (atau China Jawa) adalah etnis Tionghoa yang tinggal di Pulau Jawa, Indonesia. Pada awalnya, daerah yang pertama didatangi oleh para per [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar