BudayaDetail Budaya

Masyarakat Adat Kalimantan Barat Tolak Sawit Komunitas Adat

2018-09-12 03:15:21
| | |
Share:

Forum Komunikasi Masyarakat Adat Dayak Tamambalo dan Dayak Iban, Kalimantan Barat, meminta Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu mencabut izin operasional sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit. Pasalnya, masyarakat telah sepakat untuk menolak pengembangan perkebunan kelapa sawit di wilayah mereka di Kecamatan Embaloh Hulu, Kapuas Hulu. Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Adat Dayak Tamambalo dan Dayak Iban Marcelina Lin mengatakan, tuntutan masyarakat itu sesuai janji Bagian Hukum Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalbar. “Dalam rapat pada 16 Februari 2012, Badan Lingkungan Hidup Kalbar mengemukakan bahwa apabila pada saat sosialisasi dari perusahaan perkebunan kelapa sawit, masyarakat menolak masuknya perkebunan kelapa sawit, izin operasional perusahaan bisa dicabut,” tutur Marcelina, Senin (23/4/2012) di Pontianak. Penolakan masyarakat terhadap masuknya perkebunan kelapa sawit dilatarbelakangi kekhwatiran akan dampak lingkungan. Selain itu, kata Marcelina, masyarakat sudah terbiasa hidup mandiri dalam mengusahakan lahan, yakni bertani dan berkebun karet secara turun-temurun. Sumber: Kompas.com


Budaya Lainnya

Tari Torompio

“Torompio” adalah ungkapan dalam bahasa Pamona, Sulawesi Tengah. Ungkapan ini terdiri atas dua kata, yakni “toro” yang berarti “berputar” [...]

Baca Selengkapnya

Toy Botoy-Botoy : Lagu Daerah Bengkulu

Judul : Yo Botoi-botoi Yo botoi-botoi yo tarik tali Elok-elok pukek besamo Pukeklah mendarek Marolah kito seiyo Yo botoi-botoi yo tarik tali [...]

Baca Selengkapnya

Suku Sasak

Suku Sasak merupakan suku asli dari Nusa Tenggara Barat. Suku Sasak mendiami daerah Lombok serta menggunakan bahasa Sasak dalam kesehariannya. Keperc [...]

Baca Selengkapnya

Tahuli Li Mama

Utiliyotimo ngoli mongowala o mo ngo wombu Dahayimu batanga yilo wali popohunawa to u mo po nu Tahuli upi o talo dahayi bo lo tu ma pa lo Lipund [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar