BudayaDetail Budaya

Masjid Agung Al Mabrur Bangka Belitung Masjid (BCB)

2018-09-09 14:33:23
| | |
Share:

Kawasan tempat Masjid Agung Al-mabrur ini berdiri adalah daerah yang dulu nya merupakan kawasan Huma (ladang yang luas) sehingga dikenal dengan nama Kampung Ume. Kampung tersebut pertama kali tahun 1854 dibuka oleh KA Mohammad Saleh sebagai Depati Depati Pulau Belitung dengan gelar Tjakraningrat IX (1854-1873). Di tahun 1854 KA Mohammad Saleh memangku jabatan Depati menggantikan kakaknya, KA Rahat yang wafat di tahun tersebut, beliau yang kemudian memindahkan pusat pemerintahan dari Kampung Gunong (kini berada di sepanjang sisi selatan Jalan Merdeka Tanjung Pandan) ke Kampung Ume di ikuti oleh sebagian besar bangsawan Belitung, dan daerah itupun kemudian dikenal dengan Kampung Raje. Di tempat ini, KA Mohammad Saleh membangun mesjid berbahan kayu, yang dikembangkan pada tahun 1868. Tahun 1870 dibangun kembali dengan bantuan pemerintah Kolonial Belanda, selesai tahun 1872. Mesjid Depati Saleh ini adalah cikal bakal masjid agung Al- Mabrur sekarang. Meski letaknya terpaut cukup jauh dari komplek kantor butapi Belitung, sebagai masjid agung kabupaten masjid Agung Al-Mabrur ini menjadi pusat aktivitas ke-Islaman di kabupaten Belitung, termasuk menjadi titik keberangkatan dan penyambutan Jemaah Haji dari Kabupaten Belitung. Calon / Jemaah Haji kabupaten Belitung akan berangkat dan kembali dari tanah suci melalui Embarkasi Haji Palembang, Sumatera Selatan. sumber: https://situsbudaya.id/masjid-agung-al-mabrur-bangka-belitung/


Budaya Lainnya

Alat Musik Arbar

Provinsi Aceh terkenal dengan alat musik tradisional yang khas, salah satunya adalah Arbar. Arbar merupakan alat musik tradisional yang dimainkan deng [...]

Baca Selengkapnya

Upacara Adat Nusa Tenggara Timur : Pejore Donahu Ngabui

Pada suku Sabu, upacara ini disebut pejore donahu ngabui, sedangkan pada suku Dawan disebut lais toit li ana, upacara ini dilakukan oleh sepasang suam [...]

Baca Selengkapnya

Taneak Tanai : Lagu Daerah Bengkulu

Taneak Tanai Gen padeak kebaes taneak yo Tebo umai bioa awei bediwo Api kamleak tengen ba ketikko Galok igei ko mulang teko Tun sadie coa medin [...]

Baca Selengkapnya

Lagu Gai Bintang

Syair Lagu : Gâi bintang alèk gâgâr bulân Pagâina jânor konèng Endêng pandêng alèk sajân jâu Pajâuna kalon alon Léya lètès Kêmb [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar