BudayaDetail Budaya

Marwas Alat Musik Tradisional

2018-08-30 02:06:50
| | |
Share:

Selain Kompang, Marwas juga merupakan salah satu contoh alat musik tradisional Riau yang dimainkan dengan cara dipukul / ditepak. Marwas digolongkan sebagai alat musik perkusi karena suara yang dihasilkan saat dimainkan solo bisa dibilang Sumbang. Alat musik tradisional Marwas diyakini merupakan kolaborasi antara kesenian dari Timur Tengan dan Betawi[src] karena masih mengandung unsur keagamaan yang cukup kental. Hal ini bisa anda ketahui saat mendengar lirik lagu yang dibawakan / diiringi dengan alat musik Marwas. Beberapa golongan berpendapat bahwa Marwas merupakan nama lain dari Marawis yang memiliki kriteria pembawaan musik yang sama, sama-sama menyanyikan lagu yang mengandung puja-puji syukur kepada Sang Pencipta. Mendengarkan musik sangatlah membantu untuk menjernihkan pikiran terlebih alat musik tradisional provinsi Riau yang memang kebanyakan untuk membangkitkan semangat. Alat musik tradisional di Riau mengandung irama dan harmonisasi musik yang membuat pikiran damai dan tenang. SUMBER : (https://www.kata.co.id/Seni/Alat-Musik-Riau/1163) dan (https://alatmusikindonesia.com/alat-musik-tradisional-riau/ )


Budaya Lainnya

Bahasa Simeulue

Bahasa Simeulue adalah salah satu bahasa daerah Aceh yang merupakan bahasa ibu bagi masyarakat di pulau Simeulue dengan jumlah penuturnya sekitar 60.0 [...]

Baca Selengkapnya

Senjata Tradisional Banten-Parang

Parang adalah senjata tajam yang terbuat dari besi biasa. Bentuknya relatif sederhana tanpa pernak pernik. Kegunaannya adalah sebagai alat potong atau [...]

Baca Selengkapnya

Gongga Lima ( Sulawesi Barat )

Gongga Lima adalah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukulkan di tangan. Secara bahasa, Gongga Li [...]

Baca Selengkapnya

Sungai Rangkui

Sungai Rangkui merupakan sebuah sungai yang terletak di Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Sungai ini awalnya menjadi tempat hidupnya ika [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar