BudayaDetail Budaya

Makanan Manggulu Makanan-Minuman Tradisional

2018-10-08 13:06:16
| | |
Share:

Kabupaten Sumba Timur merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki produk pangan yang beragam. Salah satunya adalah Manggulu . Bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur ,Manggulu sudah bukan barang asing karena makan ini sudah diperkenalkan secara turun temurun. Manggulu ini sebetulnya adalah makanan yang terbuat dari dari pisang yang telah dikeringkan dengan cara dijemur di panas matahari. Makanan lezat ini dikenal sangat sederhana, baik cara pembuatannya maupun cara penyajiannya. Bahan dasar Manggulu ini sangat mudah didapat, yaitu pisang yang telah dimasak dan kacang tanah. Tetapi proses pembuatannya cukup memakan waktu karena melalui proses alami. Pengupasan pisang hingga menjadi Manggulu membutuhkan waktu hingga dua minggu . Kemudian pisang kepok masak harus dikeringkan dulu, kemudian kacang tanah goreng dikeluarkan kulit arinya. Kacang tanah kemudian ditumbuk. Kemudian setelah kedua bahan ini halus lalu dicampur dan kemudian dibentuk. (Sumber : https://storyaboutsumba.wordpress.com/2014/12/12/jajanan-khas-sumba-timur-manggulu/)


Budaya Lainnya

Arababu

Arababu merupakan alat musik asli dari Sulawesi Utara meskipun bentuk dan cara memainkannya alat musik Rebab seperti memainkan alat musik ini. Alat mu [...]

Baca Selengkapnya

Suku Bangsa Toraja

Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan, Indonesia. Populasinya diperkirakan sekitar 1 juta jiwa, dengan seki [...]

Baca Selengkapnya

Senjata Tradisional Sungga

Sungga merupakan salah satu senjata yang digunakan pada Perang Banjar di daerah Benteng Gunung Madang, Kandangan, Hulu Sungai Selatan. Senjata ini dip [...]

Baca Selengkapnya

Puri Agung Amlapura

Puri Agung Karangasem didirikan sekitar akhir abad ke-19 oleh Anak Agung Gede Djelantik yaitu raja Karangasem yang pertama. Daya tarik utama dari puri [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar