BudayaDetail Budaya

Lambang Kabupaten Tulungagung-JawaTimur Lambang

2018-12-16 07:53:08
| | |
Share:

Lambang daerah Kabupaten Tulungagung terlukis dalam sebuah dasar perisai berbentuk jantung bersudut 5 (lima) dan terbagi atas 6 (enam) warna yaitu: a. Putih : Kesucian b. Kuning : Kemasyuran c. Coklat : Kokoh d. Hijau : Kemakmuran e. Hitam : Abadi f. Biru Muda: Kesetiaan Adapun makna lambang daerah Kabupaten Tulungagung terdiri dari 10 (sepuluh) bagian sebagai berikut: 1. Bentuk Perisai berbentuk jantung bersudut 5 (lima) mengandung arti bahwa dalam segala perjuangan dan pembelaan daerah senantiasa berpijak pada prinsip lima dasar yaitu PANCASILA. 2. Tulungagung a. Sumber air yang besar (Tulung = sumber air, Agung = besar) b. Pertolongan yang besar (Tulung = pertolongan, Agung = besar) 3. Dasar : Perisai berlancip 5 Bermakna dasar/falsafah Negara Republik Indonesia "Pancasila". Warna Hitam melambangkan abadi dan kuning yang melambangkan kemasyuran, keduanya mencerminkan tekad didalam mengamalkan dasar falsafah Negara dengan disertai jiwa yang terkandung di dalam Pancasila secara murni dan konsekuen, demi tercapainya masyarakat tata tentrem kerto raharjo. Sumber : http://ardi-lamadi.blogspot.com/2013/08/logo-kabupaten-tulungagung.html http://tulungagung.go.id/?page_id=4613


Budaya Lainnya

Roti Canai

Roti canai berbentuk pipih dan sebenarnya berasal dari budaya India. Roti ini memang banyak dijual di Negara Melayu, seperti Singapura, Malaysia, dan [...]

Baca Selengkapnya

Pantai Dunu

Pantai Dunu berada di Kabupaten Gorontalo Utara. Pantai ini tidak hanya menjadi tujuan destinasi masyarakat Gorontalo Utara untuk menghabiskan weekend [...]

Baca Selengkapnya

Tari Dolo

Tari Dolo merupakan taru yang dapat diikiuti oleh banyak orang yang berasal dari semua kalangan, tari ini sangat populer di Flores Timur, Nusa Tenggar [...]

Baca Selengkapnya

Istana Muliakarta Kalimantan Barat

Istana ini merupakan istana Kesultanan Matan Tanjungpura, kesultanan tertua yang terdapat di provinsi Kalimantan Barat. Istana Muliakarta ini juga dik [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar