BudayaDetail Budaya

Lambang Kabupaten Sumenep-JawaTimur Lambang

2018-12-16 08:34:35
| | |
Share:

1. Bentuk Lambang Berbentuk "PERISAI" dengan mempunyai 5 (lima) sudut. Makna Perisai melambangakan senantiasa kesiapsediaan dan keberanian masyarakat dan daerah tingkat II Sumenep untuk mempertahankan diri dari setiap gangguan kedzoliman serta mempertahankan keunggulan dan kemakmuran daerah. Makna dan Kemakmuran daerah 2. Makna dari 5 (lima) sudut perisai melambangkan dasar yang akan ditaati dan akan dipertahankan oleh masyarakat daerah tingkat II Sumenep, ialah falsafah dasar Negara Kita Pancasila. Karena itu maka sudut 5 (lima) yang melingkari dan merupakan bentuk dari perisai tersebut. 3. Versiering isi perisai : Terdapat gambar KUDA BERSAYAP yang berwarna kuning emas, diambil dari lambang kepahlawanan terkenal di daerah tingkat II Sumenep yang ada hubungannya dengan cerita kuno yaitu kuda Skati dari Pahlawan Putra Sumenep DJOKO TOLE (Aria Panole) dengan lukisan kuda itu melambangkan jiwa keberanian dan patriotisme mesyarakat daerah Tingkat II Sumenep, dan sayap dari kuda itu melambangkan jiwa penuh dinamika. Sedang warna kuning melambangkan dasar mengagungkan Tuhan Yang Maha Esa yang menyoroti setiap gerak dan usaha Daerah Tingkat II Sumenep. Selaras pula dengan dasar pertama dari Pancasila. Selain gambar lukisan kuda bersayap berwarna kuning emas tersebut, ditetapkan pula adanya PITA yang berisikan tulisan SUMEKAR (Nama Sumenep diwaktu jaman nenek moyang kita). 4. Makna dari kata Sumekar itu ialah senantiasa berkembang (mekar) yang sesuai sekali dengan perkembangan revolusi nasional kita yang terus berkembang "in the rising deman" mencapai terwujudnya cita-cita Pancasila amanat penderitaan rakyat yang terkenal dengan SOSIALISME INDONESIA. 5. Sikap dan bentuk Kuda : Ditetapkan dalam keadaan beraksi menentang, kepalanya sedikit tunduk menoleh ke kiri (gigih, bahasa Madura "nyoronteng"). Sayap kuda berdiri tegak sesuai dengan keadaan kuda yang siap sedia mengemban amanat Penderitaan Rakyat Daerah Tingkat II Sumenep. Bulu ekor kuda keriting 8, mengingatkan kita pada tahun 1945 dan keritingan dari bulu-bulu itu kita harus bersatu. 6. Pita di dalam : Pita dalam perisai ditetapkan berwarna dasar putih dan tulisan dengan warna dasar berwarna merah, melambangkan SANG MERAH PUTIH bendera kita Negara Republik Indonesia. 7. Dasar Hijau dari : Warna hijau ialah berarti yang akan datang (harapan) terhadap cita-cita yang diperjuangkan. Warna Hitam : Sebagai batas tertentu yang melingkari perisai dengan arti dari lingkaran termaksud menyatukan cita-cita. Sumber : http://www.sumenepkab.go.id/page/arti-lambang


Budaya Lainnya

Alat Musik Tradisional Bangka Belitung - Gambangan

Gambang merupakan alat musik tradisional yang juga terdapat di daerah Bangka Belitung. Memainkannya sama seperti alat musik marimba atau juga gamelan [...]

Baca Selengkapnya

Pulau Mansinam

Pulau Mansinam merupakan pulau seluas 410,97 ha yang terletak di Teluk Doreh, selatan Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Indonesia.Hingga saat [...]

Baca Selengkapnya

Keris

Senjata tradisional mempunyai peran penting dalam kehidupan maupun perjuangan bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Akan tetapi, sampai saat in [...]

Baca Selengkapnya

Tari kasabaran

Tari Kabasaran terdiri dari tiga bagian: Cakalele, Lumoyak, dan Lalaya’an. Tarian tradisional Minahasa ini, sama seperti tarian dari Indonesia bagia [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar