BudayaDetail Budaya

Lambang Kabupaten Manggarai Makam (BCB)

2018-09-20 04:05:34
| | |
Share:

Lambang atau logo daerah merupakan perwakilan visual sebuah daerah yang memiliki perbedaan dengan lambang daerah lain, yang memuat berbagai unsur-unsur penting seperti ideologi, nama daerah, maskot daerah, visi, misi, tahun berdiri, pilihan warna dan keseluruhan nilai dasar, potensi serta kearifan lokal daerah masing-masing. Dimana lambang tersebut memiliki arti sebagai modal pembangunan daerah. Kabupaten Manggarai memiliki lambang yang mempunyai makna yaitu : 1. Lambang kabupaten Manggarai berbentuk perisai bersisi lima yang mana perisai melambangkan alat pertahanan dan perlindungan seluruh rakyat dan sisi lima melambangkan Pancasila sebagai Dasar Negara; 2. Rumah adat melambangkan sebagai alat pemersatu seluruh rakyat dalam satu kesatuan dan persatuan nasional dalam setiap derap langkah pembangunan mental dan fisik yang mencerminan dalam tingkat kebudayaan, peradaban dan perjuangan hidup dari zaman ke zaman. Sembilan tiang rumah adat memperteguh adanya pendirian bahwa seorang bayi yang baru dilahirkan setelah sembilan bulan dalam kandungan ibu adalah harapan bangsa; 3. Gasing yang terdapat pada puncak rumah adat melambangkan keabadian dan keagungan Tuhan yang maha penyayang, memberi dan menyinari segala yang hidup serta menyelenggarakan seluruh pusaran tata kehidupan Daerah Kabupaten Manggarai khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya; 4. Sepuluh (10) batang tulang ijuk (rimang) di atas kepala manusia melambangkan 10 jari tangan manusia menunjukan bahwa rakyat Manggarai senantiasa memuliakan Tuhan dan memohon berkat dan perlindunganNya; 5. Kepala manusia bertanduk mengandung arti bahwa rakyat di daerah Manggarai adalah manusia banteng dan atau manusia yang kokoh, kuat dan berani serta berkemauan bagaikan baja dalam menghadapi tantangan hidup; 6. Lilitan tali ijuk yang terdapat di bawah kepala manusia bertanduk yang mengikat seluruh kasau dan ujung atas atap ijuk melambangkan Bhineka Tunggal Ikha, keutuhan rasa kesatuan yang kokoh mengikat seluruh segi kehidupan rakyat di daerah yang tidak mudah terpengaruh dan Keutuhan dalam mufakat dan musyawarah yang melembaga dalam kehidupan seluruh rakyat daerah Manggarai; 7. Komodo (Varanus commodoensis) sebagai satu-satunya reptil pra sejarah yang masih tetap hidup di daerah Manggarai, berwarna kuning berbintik coklat dan berdiri dalam keadaan siaga di depan rumah adat melambangkan daya tahan hidup seluruh rakyat daerah dalam menghadapi pelbagai tantangan hidup, kesiapsiagaan yang penuh ketenangan, kecermatan kewaspadaan dan kecekatan dalam setiap gerak kehidupan seluruh rakyat di daerah dan menjadi museum bagi binatang jenis reptil pra sejarah yang bernilai tinggi untuk kepentingan ilmu pengetahuan; 8. Satu tangkai kopi dengan 14 butir dan 8 daun kopi serta satu tangkai padi dengan 58 bulir padi melambangkan potensi Daerah Manggarai dalam perjuangan untuk mempertinggi taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat. Tanggal dan tahun berdirinya Daerah Tingkat II Manggarai secara yuridis formil 14 agustus 1958; 9. Pita merah dengan tulisan ”KABUPATEN MANGGARAI” melambangkan keberanian, sedangkan tulisan hitam di atas pita merah melambangkan keteguhan dan pendirian yang kuat dan tidak mudah tergoyahkan dalam menghadapi segala tantangan hidup; 10. Tata warna lambang berupa kuning, hijau, merah dan hitam diambil dari warna kain tenun rakyat daerah Manggarai yang mana kuning berarti keluhuran dan keagungan serta kejayaan, hijau adalah harapan masa depan atas dasar potensi yang ada di daerah dan merah adalah keberanian, serta hitam adalah teguh dan abadi. (Sumber: http://daonlontar.blogspot.com/2012/11/lambang-kota-dan-kabupaten-se-provinsi.html)


Budaya Lainnya

Tari Posisani

Tari Posisani. Posisani berarti perkenalan, tari ini merupakan tari pergaulan yang menggambarkan kegembiraan mda-mudi saat pesta. Mereka bergembira be [...]

Baca Selengkapnya

Laksamana Mengamuk - Minuman Tradisional Khas Riau

Wow! Nama minuman ini mengejutkan ya! Laksamana mengamuk! Jangan khawatir, minuman ini tidak menakutkan, tetapi justru sangat enak dan nikmat rasanya. [...]

Baca Selengkapnya

Rumah Adat Gorontalo : Doluhapa

Dalam bahasa masyarakat setempat, Doluhapa dikenal dengan nama Hulondohalo. Dalam artian harfiah, Doluhapa sendiri bermakna mufakat. Pemberian nama Do [...]

Baca Selengkapnya

ANGKLUNG(DAUN8)

Angklung DAUN 8 merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pip [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar