BudayaDetail Budaya

lambang kabupaten Alor Lambang

2018-09-15 06:45:42
| | |
Share:

Lambang Kabupaten Alor berbentuk lukisan perisai segi lima berwarna dasar merah biru dengan garis pinggir tebal berwarna hitam melukiskan jiwa nasionalis masyarakat Kabupaten Alor yang suci dan berani di mana segala usaha ditujukan untuk kepentingan nasional yang berlandaskan filsafah Pancasila dalam satu kesatuan wawasan nusantara serta hakekat kesuburan Kabupaaten Alor. Pohon beringin berwarna hijau tua dengan batang berwarna coklat tanah dan Mesbah berwarna putih hitam yang tidak terpisahkan mencerminkan perlindungan hidup seutuhnya dalam kehidupan rohani dan jasmani dalam ruang lingkup Kabupaten Alor. Rumah Adat berwarna coklat tua dan Moko berwarna hitam juga tidak dapat diartikan secara terpisah-pisah di mana rumah adat temapat simpan benda-benda pusaka dari suatu suku mencerminkan tanda sejarah dan kebudayaan serta bernilai ekonomis. Bintang bersudut lima berwarna kuning emas mencerminkan Ketuhanan Yang Maha Esa berdasarkan falsafah Pancasila yang luhur dan agung. Panah yang ditempatkan agak melintang memisahkan warna merah dan biru mencerminkan jiwa dinamika rakyat Kabupaten Alor pada laut dalam Nusa Tenggara Timur. Untaian padi 20 bunga kapas dan 12 mesbah susunan batunya berurutan dari atas ke bawah: tebal lurus = 1, deretan batu = 9, deretan batu = 5, deratan batu = 8, melambangkan hari tanggal dan tahun lahirnya Kabupaten Alor yakni 20 Desember 1958. Dan pita terbentang berwarna putih tertulis Kabupaten Alor dalam warna hitam. Serta tiga lilitan tali berwarna hitam pada pangka-pangkal untaian padi dan kelopak serta bunga kapas mencerminkan Pulau Alor, Pulau Pantar dan pulau-pulau kecil disekitarnya yang bersatu padu dalam persatuan perjuangan. (Sumber: http://daonlontar.blogspot.com/2012/11/lambang-kota-dan-kabupaten-se-provinsi.html


Budaya Lainnya

Roti Buaya

Roti buaya adalah hidangan Betawi berupa roti manis berbentuk buaya. Roti buaya senantiasa hadir dalam upacara pernikahan dan kenduri tradisional Beta [...]

Baca Selengkapnya

Pakaian Adat Rimpu

Rimpu Cala adalah pakaian semacam hijab yang terdiri dari dua helai sarung dan kain. Sarung pertama digunakan untuk menutupi bagian kepala dan lengan, [...]

Baca Selengkapnya

Peudeung

Aceh memang dikenal sebagai Tanah Rencong. Tetapi di Aceh, Rencong bukan satu-satunya senjata tradisional yang ada. Selain Rencong, masih ada Siwah da [...]

Baca Selengkapnya

Puncak Jamaraka

Puncak Jamaraka berada di Kecamatan Kaledupa Selatan, dengan jarak dari ibukota kecamatan ± 35 menit, dapat ditempuh dengan menggunakan kenderaan rod [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar