BudayaDetail Budaya

Kuburan Tua Telok Pakedai Kalimantan barat Makam (BCB)

2018-09-19 10:13:58
| | |
Share:

Kuburan Haji Muhammad Daeng Mafata di Telok Pakedai Jumadil Awwal 1344 H Makam kuno yang terdapat diareal perkebunan milik H.Rivai abbas terdiri dari berbagai type dan jenis bahan. Letaknya diatas tanah datar dan tidak jauh dari bekas pemukiman pusat administrative kerajaan Kubu yang berada di wilayah Telok Pakedai. Bekas kantor Bank dan Kantor Pajak (Blesting) masih dapat dilihat sekitar 2 km dari jarak makam tersebut.Untuk mencapai lokasi dari pusat administrasi kota kecamatan sekitar 3 km, disebut masyararakat Parit Kongsi 2 menuju arah makam ulama besar Haji Ismail bin Haji Abdul Karim alias Haji Ismail Mundu (Mufti Kerajaan Kubu). Di komplek makam terdapat 2 buah makam besar, 6 buah ukuran sedang, 1 buah terbuat dari kayu belian yang ditulis dengan kaligrafi. Makam tersebut berjumlah 9 buah. Kuburan tua yang ditemukan pada tahun tujuh puluhan sudah tidak asing bagi masyarakat sekitarnya, akan tetapi ketika kebun yang dimiliki oleh H.Rivai abbas dibersikan dari semak belukar dan menjadi pusat perhatian masyarakat. Menurut tulisan yang terdapat di makam tersebut Hitjrah Nabi Muhammad SAW 15 hari Jumadil awal 1344 H, bernama Haji Muhammad Bin Daeng Mafata terbuat dari susunan batu yang kokoh sejenis Andesit. Nisan dengan tujuh lekukan dan bermahkota seperti kuba masjid dan berlambang bunga mawar dengan empat rangka daun kering. Mempunyai ketinggian 130 cm. Tinggi nisan dari tanah 260 cm, bulatan nisan 1 cm, jarak antar nisan 70 cm,berpanggung 123 cm. Panggung dengan panjang bagian atas 170 cm, lebar 76 cm dan lebar kaki bawah 220,6 cm. Jika di hitung jumadil Awwal tahun 1344 h (1925 M) sampai sekarang, Jumadil Awwal 1431 H (2010 M)maka diperkirakan kuburan tersebut berusia sekitar 129 tahun.Siapakah haji Muhammad daeng Mafata, melihat dari lambing kebesaran yang menjadi simbul di makam tersebut. Pada nisan yang mempunyai tujuh lekukan dengan mahkota kuba masjid mengambarkan seorang yang berpengaruh dalam agama Islam, buga mawar mengambarkan keharuman, kemasyhuran dan daun yang kering mengambarkan manusia pasti akan mati. Kuburan tinggi besar ini pada umumnya dimiliki oleh kaum bangsawan, seperti pada kerajaan goa, kerajaan Luwuk, dan raja-raja Tallo yang terdapat di Sulawesi Selatan, nama yang tertera dengan sebutan Daeng Mafata menunjukan kebangsawanan beliau. Telok Pakedai juga dikenal sebagai daerah kawasan kerajaan dynasty AlIdrus, memperhatikan tahun angka 129 tahun yang lalu wafatnya Haji Muhammad bin Daeng Mafata tersebut besar kemungkinan pada jaman raja Kubu ke tujuh (1911 – 1919) Tuan Kubu Syarif Zein bin Syarif Ismail dan raja kedelapan (1911-1944) Syarif Saleh. Selaku menteri kerajaan adalah Syarif ikbal kepala distrik Telok Pakedai , Syarif Abu Bakar kepala kampong Telok Pakedai dan Kasimin kepala distrik di Telok Pakedai. sumber: http://ace-informasibudaya.blogspot.com/2010/05/kuburan-tua-telok-pakedai-kalbar.html


Budaya Lainnya

Mie Aceh

Mie Aceh merupakan masakan mie pedas khas dari Aceh. Mie yang berwarna kuning dan tebal ditambah dengan irisan daging sapi, daging kambing, maupun mak [...]

Baca Selengkapnya

Gecom

Makanan yang satu ini adalah makanan khas banten berupa campuran tauge dan oncom yang bisa dihidangkan bersama nasi ataupun lauk yang berat lainnya. D [...]

Baca Selengkapnya

Danau Kabori

Satu lagi wisata alam di Papua Barat yang sering dikunjungi masyarakat setempat mamupun wisatawan domestik yakni Danau Kabori Manokwari. Mengunjungi d [...]

Baca Selengkapnya

Bedug

Bedug adalah alat musik yang berbentuk seperti sebuah gendang berukuran besar dan penggunaannya diyakini sudah cukup lama di Indonesia. Bedug dulunya [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar