BudayaDetail Budaya

Klenteng Fuk Tek Chie Kuil (BCB)

2018-09-24 13:58:34
| | |
Share:

Klenteng Fuk Tek Chie terletak di Jalan Melati, Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat, atau tepatnya berada di lingkungan Pasar Nanga Pinoh. Lokasi klenteng ini tidak seperti klenteng yang terdapat di perkotaan Indonesia pada umumnya yang selalu persis di muka jalan, karena meski luas areal klenteng ini tidaklah begitu luas namun luas areal klenteng yang memanjang ini masih menyisakan halaman muka yang lumayan luas bila dibandingkan dengan klenteng-klenteng pada umumnya. Klenteng Fuk Tek Chie terbagi dalam tiga bagian. Bagian pertama diperuntukkan untuk persembahyangan yang terletak di tengah-tengah. Sementara di depannya ada halaman yang lumayan luas, di bagian dalam atau belakang terdapat ruangan untuk aktivitas administrasi pengurus. Di tengah-tengah halaman, terdapat pondok kecil (gazebo) yang terbuat dari beton dan di salah satu tembok gazebo tersebut tertulis 1925. Angka tahun itu merupakan tahun pembangunan klenteng ini. Klenteng ini hingga kini dipergunakan sebagai tempat persembahyangan bagi agama Konghucu, Tao dan Buddha Mahayana.\ Menurut salah seorang pengurus klenteng, Liu Tek Siong, awalnya Klenteng Fuk Tek Chie tidak terletak di sini namun di Kantor DPRD Melawi sekarang. Kantor DPRD tersebut merupakan bekas rumah jabatan pejabat Belanda pada masa penjajahan dulu, tepatnya di lapangan basket. Karena ada keinginan Pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan rumah dinas pejabat, maka pemerintah meminta masyarakat Tionghoa ketika itu untuk memindahkan klenteng di lokasi sekarang ini. Berdasarkan sejarah kepindahan lokasi klenteng, diprediksi Klenteng Fuk Tek Chie sudah ada di halaman depan Kantor DPRD Melawi sudah ada sejak kedatangan Tionghoa di sini. Artinya, keberadaan klenteng tersebut sudah ada sebelum kedatangan Belanda di Nanga Pinoh. Diperkirakan sekitar abad 17, karena orang Tionghoa pertama, Lay Bun Jin atau sering dipanggil Abun, dating pada tahun 1865. Setelah itu, baru banyak orang Tionghoa berdatangan dan menetap di Nanga Pinoh. Menilik dari cerita kekunaan yang ada, Klenteng Fuk Tek Chie sudah selayaknya masuk dalam kategori benda cagar budaya yang harus dilindungi, dirawat dan dilestarikan di Nanga Pinoh. sumber: http://kekunaan.blogspot.com/2016/02/daftar-bangunan-kuno-di-kalimantan-barat.html


Budaya Lainnya

Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat – Rabab

Rabab atau yang biasa dipanggil rebab adalah alat musik tradisional Kalimantan Barat yang cara memainkannya dengan digesek dan bisa juga dipetik, sela [...]

Baca Selengkapnya

Danau Kabori

Satu lagi wisata alam di Papua Barat yang sering dikunjungi masyarakat setempat mamupun wisatawan domestik yakni Danau Kabori Manokwari. Mengunjungi d [...]

Baca Selengkapnya

Makam Perabuan Tentara Jepang di Kota Tarakan

Setelah melalui sebuah perkampungan penduduk, barulah kita menemukan sebuah bangunan seperti Kuil Shinto. Pada pintu masuk terdapat sumur serta ada ta [...]

Baca Selengkapnya

Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat – Kollatung

Kollatung adalah alat musik yang terbuat dari bahan tembaga kuningan. Yang cara menggunakannya dengan cara dipukul. Alat ini juga seperti Agukng yang [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar