BudayaDetail Budaya

Keris Senjata Tradisional

2018-08-13 05:40:53
| | |
Share:

Senjata tradisional mempunyai peran penting dalam kehidupan maupun perjuangan bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Akan tetapi, sampai saat ini hanya beberapa senjata yang masih dimiliki sebagian dari masyarakat Jawa yaitu keris, tombak, patrem, canggah, wedhung. Sementara itu, senjata tradisional yang dikenal tetapi sudah jarang diketemukan adalah pedang, condroso, bandhil, dan tameng, serta alat berburu seperti tulup dan plintheng. Senjata keris, digunakan dengan jalan menghunus bilahnya dari wrangkanya. Dalam peperangan, keris digunakan bila sedang berhadapan begitu dekat. Keris adalah salah satu jenis senjata tikam yang terbuat dari logam. Ditinjau dari bentuknya, keris terbagi dua, yaitu keris yang bilahnya lurus dan keris yang bilahnya berkelok-kelok. Keris yang mempunyai kelokan atau luk dapat dibedakan dari jumlah kelokannya. Keris yang terkecil memiliki luk 3 dan yang terbesar memiliki luk 13. Bila ada keris yang luknya berjumlah lebih dari 13 disebut keris tidak lazim atau keris kalawija. Perlu digarisbawahi, tidak ada Keris dalam dua jenis bilah keris yang luknya genap, semuanya ganjil. Keris yang sempurna terdiri atas kesatuan antara wilah (bilah), ada warangka (sarung), dan pegangan keris atau ukiran. Pegangan keris umumnya terbuat dari kayu, tapi ada juga yang dari gading, tulang, dan logam. Warangka biasanya terbuat dari kayu jati atau kayu cendana. Salah satu keunikan keris adalah detailnya yang luar biasa. Hampir setiap detail yang melekat pada keris, baik pada bilah, warangka, maupun perabotnya bisa menjadi simbol. Dari ukiran atau pegangan keris pun, pada masa lalu orang bisa memilik derajat dan kepangkatan. Seorang kesatria, memakai keris berwarangka model kasatrian. Pejabat kerajaan memakai warangka kadipaten. Ada lebih dari 25 varian warangka Jawa di masalalu yang bisa menjadi indikator kepangkatan pemiliknya. Bahkan daerah asal pemegang keris pun bisa ditilik dari warangkanya, apakah pemiliknya dari Yogyakarta, Surakarta, Banyumas, Jawa Timur, Madura, atau Bali. Keris dianggap mempunyai kekuatan magis. Para empu pembuat keris mendapat kedudukan terhormat dalam masyarakat karena dianggap memiliki kesaktian serta keterampilan teknis tinggi. Kekuatan simbolik keris dipercaya terletak pada pamor yang terbentuk di bahan campuran pembuatan keris. Bahan keris adalah besi meteor. Besi meteor terdiri atas unsur besi dan nikel. Pamor ini seperti hiasan hasil keterampilan empu keris. Pamor ini ada yang terbentuk sendiri pada waktu pemanasan dan ada juga yang sengaja dibuat. Sumber : https://www.senibudayaku.com


Budaya Lainnya

Megibung

Megibung merupakan dst [...]

Baca Selengkapnya

Gunung Krakatau, Lampung

Gunung Krakatau tentu semua orang sudah pernah mendengarnya. Terletak di Selat Sunda, Gunung Krakatau adalah tempat wisata di Lampung yang menawarkan [...]

Baca Selengkapnya

Tari Kethek Ogleng

arian tradisional yang satu ini bernama Kethek Ogleng berasal dari bahasa Jawa yang bila diartikan ‘kethek’ adalah kera. Sedangkan Ogleng diambil [...]

Baca Selengkapnya

Pulau Kelayan

Pulau Kelayan adalah sebuah pulau yang dikelilingi sungai Kelayan, sungai Pekapuran dan sungai Martapura termasuk dalam wilayah administratif Kota Ban [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar