BudayaDetail Budaya

Kerambit Senjata Tradisional

2018-08-13 05:12:47
| | |
Share:

Kerambit berasal dari Minangkabau, lalu kemudian dibawa oleh para perantau Minangkabau berabad yang lalu dan menyebar ke berbagai wilayah, seperti Jawa, Semenanjung Melayu dan lain-lain. Menurut cerita rakyat, bentuk kerambit terinspirasi oleh cakar harimau yang memang banyak berkeliaran di hutan Sumatera pada masa itu. Kerambit, ia sengaja dirancang lebih melengkung seperti kuku harimau, setelah melihat harimau bertarung dengan menggunakan cakarnya, hal ini sejalan dengan falsafah Minangkabau yang berbunyi Alam takambang jadi guru. falsafah ini mengandung arti bahwa alam dapat menjadi guru yang baik karna dari alam kita dapat mengetahui segala hal. Kerambit akhirnya tersebar melalui jaringan perdagangan Asia Tenggara hingga ke negara-negara, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina dan Thailand. Pada masa dahulu, permainan senjata kerambit di Minangkabau hanya diwarisi oleh para Datuk (kepala suku) atau kalangan Raja, tidak sembarang orang menguasai permainan yang dianggap rahasia dan hanya untuk kalangan tertentu saja. Senjata khas Minangkabau ini menjadi bagian terpenting yang tak dapat dipisahkan dari silat Minangkabau (silat Taralak). Keistimewaannya seperti kuku harimau (Minangkabau: inyiak) yang setiap saat secara tiba-tiba keluar dari balik kaki dan tangannya pada saat menerkam atau memangsa lawan. Untuk itu harimau menjadi perlambang satria-satria atau Panglima Minangkabau. Dimainkan dengan sistem langkah silat Taralak, senjata ini bagaikan tanduk kerbau dan semangat bertarungnya seperti kerbau. Dalam riwayat Minangkabau, kerbau kecil orang Minang dapat mengalahkan kerbau besar milik Raja Jawa. Kerbau juga menjadi perlambang suku bangsa Minangkabau. Kerambit ini juga memiliki filosofi yang luar biasa. senjata ini juga memiliki banyak makna yang dikandng didalamnya . dapat dilihat dari sisi ketajaman dari kerambit tersebut. kerambit pada umumnya dikedua sisinya tajam, dari luar dapat melindungi sang pemakai dan di sisi dalam jika tidak digunakan dengan baik maka akan menjadi senjata makan tuan. selain itu sepasang kerambit jika disatukan maka akan menjadi perlambangan hati. hal ini memiliki nilai ketaqwaan. karna dalam penggunaan senjata ini kita tidak boleh salah melangkah. hal ini juga dapat diibaratkan sebagai hidup, jika kita ingin selamat maka kita tidak boleh salah dalam melangkah. Dalam memainkan langkah kerambit, kerambit muncul dari sisi atau samping perut, tersembunyi disamping iga atau rusuk. Hal ini mengandung maksud: Kerambit ibarat tulang iga (bentuknya melengkung), mengingatkan kepada riwayat seorang wanita, sehingga wajib hukumnya untuk menempatkan wanita pada kedudukan yang terhormat mengingat kedudukannya sebagai seorang ibu. Dalam sistem adat Minangkabau, wanita memperoleh kedudukan yang sangat tinggi (matrilineal). Kerambit ibarat tulang rusuk, memperlihatkan bahwa organ-organ tubuh bagian dalam manusia terlindungi oleh rusuk yang dapat membentuk tubuh manusia memiliki alat pertahanan yang kokoh dan kuat. Jika tidak ada tulang rusuk, maka badan menjadi lemah. Rusuk berfungsi melindungi ancaman dari luar dan ancaman dari dalam agar organ bagian dalam tidak mudah keluar dari badan. Dibalik rusuk juga bersemayam hati atau sumber rasa. Dapat disimpulkan bahwa sebenarnya senjata kerambit itu adalah senjata yang berasal dari dalam tubuh manusia. Maka dalam pencak silat Minangkabau atau pencak silat Setia Hati (disingkat SH) merupakan satu kesatuan sistem yang tak dapat dipisahkan. Senjata yang ampuh adalah senjata yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. Seperti yang digambarkan pada binatang kerbau yang memiliki tanduk yang kuat dan harimau yang memiliki kuku yang tajam, senjatanya binatang juga berasal dari dalam dirinya sendiri. Buku sejarah di Eropa mengatakan bahwa tentara di Indonesia dipersenjatai dengan keris di pinggang dan tombak di tangan mereka, sedangkan kerambit itu digunakan sebagai upaya terakhir ketika senjata lain habis atau hilang dalam pertempuran. Kerambit terlihat sangat jantan, sebab ia dipakai dalam pertarungan jarak pendek yang lebih mengandalkan keberanian dan keahlian bela diri. Para pendekar silat Minang, terutama yang beraliran silat harimau sangat mahir menggunakan senjata ini. Saat ini kerambit adalah salah satu senjata utama silat dan umumnya digunakan dalam seni beladiri. http://generasimuda-emas.blogspot.com/2014/10/kerambit-part-1-sejarah-dan-filosofi_3.html


Budaya Lainnya

Juhu Umbut Rotan

Pulau Kalimatan yang sebagian besar alamnya didominasi oleh hutan tropis ternyata mempunyai pengaruh terhadap khazanah perkulinerannya. Jika selama in [...]

Baca Selengkapnya

Penangkaran Buaya Juwata

Penangkaran buaya dibuat untuk mengembangbiakkan dan membesarkan buaya yang kemudian dipanen untuk diambil produknya. Kadang istilah peternakan juga d [...]

Baca Selengkapnya

Tari Pa Gelu

Kesenian tradisional, khususnya seni tari, sering ditampilkan masyarakat Toraja saat menyelenggarakan upacara adat. Suku Toraja menari untuk memperlih [...]

Baca Selengkapnya

Sekatenan

Di Yogyakarta, terdapat sebuah tradisi adat yang dikenal dengan Sekaten. Sekaten biasanya juga dikenal dengan Pasar Malam Sekaten. Tradisi yang digela [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar