BudayaDetail Budaya

Kerajaan Amarasi Keraton / Kerajaan

2018-12-08 09:04:36
| | |
Share:

Amarasi adalah sebuah kerajaan tradisional di Timor Barat, saat ini menjadi wilayah Indonesia. Kerajaan ini memiliki peran penting dalam sejarah politik Timor selama abad ke-17 dan 18, menjadi negara klien dari kolonial Portugal, dan kemudian menjadi bagian dari Hindia Belanda. Asal usul Amarasi diceritakan dalam berbagai legenda. Versi tertua mengatakan bahwa garis dinasti kerajaan ini berasal dari Wehali. Salah satu anggota keluarga, Nafi Rasi, secara tidak sengaja memecahkan mangkuk berharga dan terpaksa melarikan diri karena kemarahan saudaranya. Bersama para pengikutnya, ia pergi ke Beboki-Insana di bagian utara dari Wehali, dan kemudian ke pantai selatan Timor Barat.[1] Di tempat tersebut ia mendirikan sebuah kerajaan dengan bantuan senjata api yang telah diperoleh di Beboki-Insana. Kelompok penjelajah dari Belu tiba dan meningkatkan kekuatan dari Nafi Rasi.[2] Meskipun berasal dari Belu, penduduk daerah ini termasuk dalam kelompok Atoni, berbicara menggunakan dialek Dawan. Sumber-sumber Eropa mengkonfirmasi bahwa Amarasi merupakan kerajaan kuat di Timor Barat pada awal abad ke-17. Kerajaan ini dipengaruhi oleh agama Katolik melalui misionaris Dominika di 1630-an, dan ternyata menjadi negara klien penting untuk Portugal. Akibatnya, Amarasi melawan Perusahaan Hindia Belanda (Vereenigde Oost-Indische Compagnie atau VOC), yang berusaha untuk memperluas kekuasaannya di Timor karena tertarik dengan cendana yang memiliki nilai komersial. Ekspedisi Belanda yang berukuran cukup besar dipimpin oleh Arnold de Vlaming van Oudshoorn (1656) dikalahkan oleh Amarasi dan Portugal.[3] Selama hampir satu abad setelah peristiwa ini, Amarasi tetap menjadi bawahan Portugal, melawan negara klien VOC di Timor khusunya di daerah Kupang. Pertempuran ini berupa peperangan skala kecil.[4] Amarasi sebenarnya dihitung sebagai salah satu bukti kekuasaan Portugal di Timor pada era ini. Pada tahun-tahun pertama setelah tercapainya kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949, kerajaan Amarasi bertahan dengan status swapraja, sampai tahun 1962, ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia menghapuskan bentuk-bentuk pemerintahan tradisional di wilayah ini. Hari ini Amarasi termasuk dalam wilayah Kabupaten Kupang, dan terbagi dalam kecamatan Amarasi, Amarasi Barat, Amarasi Selatan, dan Amarasi Timur. Pusat kerajaan di desa Baun, tempat kediaman terakhir dari raja Amarasi masih dapat ditemui.


Budaya Lainnya

Sungai Rangkui

Sungai Rangkui merupakan sebuah sungai yang terletak di Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Sungai ini awalnya menjadi tempat hidupnya ika [...]

Baca Selengkapnya

Bahasa Muna (Wamba Muna)

Bahasa Muna adalah salah satu bahasa yang dituturkan oleh Suku Muna, suku yang bermukim dijazirah Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Bahasa ini tergolong [...]

Baca Selengkapnya

Sungai Tabalong

Sungai Tabalong atau Batang Tabalong adalah sebuah sungai (batang air) yang melintasi dan mengalir di wilayah Kabupaten Tabalong, provinsi Kalimantan [...]

Baca Selengkapnya

Alat Musik Kenong Basemah

Suku Basemah di bagian Barat Provinsi Sumatera Selatan, khususnya di sekitar daerah Pagar Alam, juga mempunyai sebuah alat musik yang unik dengan nama [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar