BudayaDetail Budaya

Kerajaan Amanatun Keraton / Kerajaan

2018-12-08 08:55:12
| | |
Share:

Kerajaan Amanatun (Onam) terletak di pulau Timor bagian barat, wilayah Indonesia dan merupakan kerajaan tua. Di era kemerdekaan kerajaan Amanatun bersama kerajaan Molo (Oenam) dan kerajaan Amanuban (Banam) membentuk kabupaten Timor Tengah Selatan (dalam bahasa Belanda disebut Zuid Midden Timor) dengan ibu kota SoE - provinsi Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 1920 kota SoE ditetapkan menjadi ibukota Zuid Midden Timor (Timor Tengah Selatan) atas kesepakatan bersama dari ketiga Raja yakni Raja Lay Akun Oematansebagai Raja Molo, Raja Pae Nope sebagai Raja Amanuban dan Raja Kolo Banunaek sebagai Raja Amanatun. Nama kota SoE sendiri sudah mulai dikenal pada tahun ±1905/1906 oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada masa pemerintahan Belanda Kerajaan Amanuban dan Kerajaan Amanatun pernah berkantor bersama di Niki-niki. Hal ini disebabkan karena belum adanya jalan ke wilayah Amanatun dan Belanda takut ke sana. Jauh sebelum datangnya bangsa Portugis dan Belanda di Indonesia maka kerajaan Amanatun sudah ada dan mempunyai pemerintahan sendiri yang asli. Dalam tex Dao Zhi dari tahun 1350 sejak dinasti Sung sudah mengenal Timor dan ada beberapa pintu gerbang pelabuhan laut yang ramai yang dikunjungi di Timor dan salah satunya yang penting adalah di Batumiao-Batumean Fatumean Tun Am (Tun Am) yang sudah ramai dikunjungi oleh pedagang-pedagang Makasar, Malaka, Jawa, India, Cina dan kemudian Eropa seperti Spanyol, Inggris, Portugis, Belanda. Timor (Xingcha Shenglan 1436) menulis bahwa Timor ( Kih-ri Ti-mun) terletak di Timur Tiongkalo (Madura) yang mana pegunungannya ditumbuhi oleh pohon cendana. Pohoncendana ini mereka tebang dan dijadikan kayu bakar. Negara ini tidak memiliki produk lain selain cendana. Terdapat dua belas pelabuhan atau pemukiman pedagang yang masing-masing berada di bawah seorang ketua / pemimpin. Tanah pertaniannya subur dan makmur serta cuacanya hangat di siang hari dan dingin pada malam hari. Ketika kapal dagang tiba dan bersandar kaum wanita naik kekapal untuk berdagang. Barang yang diimpor adalah emas, perak dan peralatan besi serta tembikar. Penduduk pribumi selalu membawa kayu cendana untuk dibarterkan dengan pedagang. Mereka tidak akan melakukan barternisasi kalau raja nya tidak hadir. Karenanya raja selalu diminta untuk datang terlebih dahulu, ketika sebuah kapal dagang berlabuh maka Raja akan datang ditemani oleh permaisuri dan anak-anaknya, para selir dan para pembantunya. Anggota rombongan raja begitu banyak. Mengenai perdagangan cendana zaman dahulu Oemerling dalam bukunya The Timor Problem menuliskan bahwa penyelidikan sumber-sumber Cina yang kuat menyatakan bahwa Timor sudah menghasilkan kayu cendana untuk pasaran Asia ratusan tahun sebelum Vasco da Gama berlayar mengelilingi Tanjung Pengharapan Baik. Inspektur Cina Chau Yu Kuapada tahun 1225 telah menulis bahwa Timor kaya dengan kayu cendana dan telah melakukan hubungan perdagangan dengan Jawa. Schrieke (1925) menegaskan bahwa paling lambat tahun 1400, atau mungkin sudah sejak sebelumnya, Timor telah dikunjungi oleh para pedagang dari pelabuhan-pelabuhan Jawasecara teratur. Para pedagang Islam dari India sejak tahun 1400 telah berdiam di kota pelabuhan jawa bagian Timur sehingga mereka juga telah mengadakan kontak perdagangan cendana dengan Timor. Minyak cendana sudah termasyur di Asia Timur sejak dahulu kala karena kasiatnya. Greshoof (1894-1909) menuliskan bahwa para tabib Arab sudah mengenal minyak cendana sejak tahun 1000 Masehi. Cendana dikenal sebagai barang mewah di Eropa khususnya perusaha farmasinya. India sejak perang dunia pertama memasarkan minyak cendana ke Eropa dan lebih mengambil keuntungan besar dari Timor karena Timor saja yang menghasilkan kayu cendana - (Risseuw 1950). Selain pelabuhan Fatumean / Batumean (Tun Am - Amanatun), juga ada pelabuhan dagang yang ramai dikunjungi seperti Kamanasa, Mena, Sorbian, Samoro, Ade (Timor, Ende et Solor par Godinho en 1611) sumber : (https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Amanatun)


Budaya Lainnya

Cerita Rakyat Kalimantan Selatan - Legenda Telaga Bidadari

Legenda Telaga Bidadari ini berasal dari desa Pematang Gadung. Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Propinsi Kalimatan Selatan. Alki [...]

Baca Selengkapnya

Tarian Tradisional Sulawesi Tengah

Tari Pepoinaya adalah tari pengucapan syukur atas segala berkah dan karunia yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan ini. Tari Pepoinay [...]

Baca Selengkapnya

Ogoh-ogoh, Festival Rakyat Menjelang Nyepi

Menjelang Hari Raya Nyepi, masyarakat Hindu menjalani sejumlah ritual khas yang pada hakikatnya merupakan upaya pensucian diri dan lingkungan sekitar. [...]

Baca Selengkapnya

Pantai Klara, Lampung

Pantai Klara awalnya bernama Teluk Baru. Nama klara merupakan kepanjangan dari kelapa rapet dulu tahun 1982-1984, pantai ini di tumbuhi pohon kelapa. [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar