BudayaDetail Budaya

Kehormatan di atas Kepala Suku Asmat Pakaian Tradisional

2018-12-08 12:44:47
| | |
Share:

Suku Asmat dikenal sebagai salah satu suku besar di Papua yang memiliki kearifan lokal luar biasa. Mereka sangat menghormati alam dan kehidupan para pendahulu mereka. Seperti halnya suku-suku lain di Papua, biasanya penghormatan ini ditunjukkan di dalam berbagai kesenian yang mereka miliki seperti tarian, lagu-lagu, dan ukiran kayu khas Asmat. Salah satu hasil kesenian yang mencolok dimiliki oleh suku Asmat adalah hiasan kepala yang begitu memukau. Hiasan atau mahkota khas suku Asmat ini memang tidak memiliki nama khusus. Masyarakat Asmat menyebutnya hanya sebagai hiasan atau mahkota yang mereka anggap bagian dari pakaian adat. Bentuk mahkota ini sebenarnya menyerupai sebuah anyaman pucuk daun sagu yang dapat diikatkan ke kepala. Beberapa bulu burung dipasang di sekitar anyaman dan menjadi aksesoris yang memperindah mahkota. Bulu-bulu ini diambil dari burung-burung yang mempunyai arti penting bagi suku Asmat seperti Kasuari atau Kakatua putih. Seperti halnya burung-burung ini, mahkota ini pun bermakna penting bagi suku Asmat. Mahkota yang berbentuk hiasan ini adalah bagian dari pakaian adat suku Asmat yang diletakkan di atas kepala, tempat tertinggi dari tubuh manusia. Hal ini memberikan sebuah makna bahwa masyarakat Asmat meletakkan penghormatan tertinggi kepada alam yang telah memberikan mereka kehidupan. Konstruksi mahkota yang didapat dari benda-benda alami adalah sebuah simbol akan kekuatan alam yang menaungi kehidupan suku Asmat. Selain itu, bagi masyarakat Asmat khususnya kaum pria, mahkota ini merupakan sebuah penghormatan kepada roh nenek moyang dan leluhur mereka. Mereka yakin bahwa setiap apa yang menempel di tubuh mereka akan berpengaruh besar dalam kehidupan yang mereka jalani. Hiasan kepala suku Asmat memang tidak sering diulas dalam berbagai kajian. Umumnya, para peneliti membahas pakaian adat suku Asmat secara menyeluruh dan tidak spesifik karena pada dasarnya pakaian sekaligus atributnya memiliki makna dan fungsi yang tidak jauh berbeda. Hiasan kepala ini banyak dipakai dalam acara-acara adat layaknya pakaian adat yang digunakan di tubuh. Jadi, para pria Asmat akan memakai hiasan kepala ini ketika ada upacara-upacara tertentu dan pada saat mereka mengadakan penyelenggaraan tarian. Keberadaan hiasan kepala ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Asmat. Mahkota ini seperti sebuah simbol yang menunjukkan jati diri mereka kepada dunia. Selain itu, mahkota ini adalah sebuah perwujudan kearifan lokal yang dimiliki suku Asmat terhadap alam dan leluhur mereka. Hiasan ini bukanlah sekedar hiasan, namun satu nilai yang terus membuat suku ini bertahan hingga saat ini. Mahkota ini memiliki arti penting bagi keberadaan dan jati diri suku Asmat. [@phosphone/IndonesiaKaya] Sumber : https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/kehormatan-di-atas-kepala-suku-asmat


Budaya Lainnya

Senjata Tradisional Sipet (Sumpitan) kalimantan barat

Sipet atau sumpitan merupakan senjata utama suku Dayak. Bentuknya bulat dan berdiameter 2-3 cm, panjang 1,5-2,5 meter, di tengah-tengahnya berlubang d [...]

Baca Selengkapnya

Pantai Panjang : Lagu Daerah Bengkulu

Pantai Panjang Pantai Panjang Pantai Bengkulu Pantai Nan Elok Untuk Tamasya Sejak Dahulu Pantai Bengkulu Di Hari Minggu Orang Kesitu Dari Tenga [...]

Baca Selengkapnya

Tarian Kancet Ledo

Tarian Tradisional Kancet Ledo merupakan tarian yang berasal dari daerah Baram,Sarawak, Kalimantan Utara tepatnya yaitu suku Dayak Kenyah. Tarian ini [...]

Baca Selengkapnya

Makanan Khas Kalimantan Tengah

Kalumpe adalah makanan khas suku Dayak di Kalimantan Tengah. Sayur kalumpe secara tampilan sangat mirip dengan sayur daun singkong yang lazim ditemui [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar