BudayaDetail Budaya

Kabupaten Tapin‎ Lambang

2018-12-15 20:19:46
| | |
Share:

Berikut Arti Logo Kabupaten Tapin : 1. Perisai bersudut lima melambangkan dasar negara RI (PANCASILA) sebagai benteng lahir dan batin. 2. Bintang segi lima melambangkan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 3. Pita dengan melengkung melambangkan resminya berdiri Kabupaten Tapin (Undang-Undang No. 8 tahun 1965). 4. Bunga kapas melambangkan enam kecamatan (saat awal berdirinya Kabupaten Tapin). 5. Buah padi empat puluh tiga biji melambangkan Kabupaten Tapin memiliki empat puluh tiga desa (saat awal berdirinya Kabupaten Tapin). 6. Lukisan segi empat melambangkan sejarah Kabupaten Tapin dahulu dikenal dengan distrik banua empat. 7. Dengan melambangkan lumbung padinya daerah Kalimantan Selatan dan historis berdirinya Kabupaten Tapin. 8. Bagian kap atas dengan tiga puluh garis maksudnya tanggal 30. 9. Bagian badan dengan sebelas garis maksudnya bulan 11 (Nopember). 10. Bagian tongkat dengan enam garis dan anak tangga lima garis maksudnya tahun 65 (1965). 11. Garis putih sekeliling persegi empat yang menghubungkan sampai tepi lambang, melambangkan Kabupaten Tapin merupakan lalu lintas Hulu Sungai ke daerah Banjar (pintu gerbang ke daerah Hulu Sungai). 12. Sungai melambangkan sejarah terjadinya kota Rantau yang menjadi ibukota Kabupetan Tapin. 13. Pita bertulisan ruhui rahayu melambangkan kepribadian rakyat Tapin (kerukunan, seia sekata, rakat mufakat). Corak/warna lambang : • Perisai berwarna hijau daun melambangkan kepribadian dan tanah Kabupaten Tapin yang subur. • Warna kuning emas pada bintang, tepi perisai dan lukisan segi empat melambangkan kemuliaan masyarakat Kabupaten Tapin untuk mewujudkan kebenaran dan keadilan atas ridho-Nya. • Pita dan bunga kapas warna putih melambangkan kesucian. • Tulisan Ruhui Rahayu warna hitam melambangkan keteguhan tekad dan kepercayaan diri.


Budaya Lainnya

Jibeak Weo : Lagu Daerah Bengkulu

Jibeak Weo Lak mumei coade lapen, ade lapen pucuk ubei Lak betunak coade lawen ade lawen semulen tuwei Lak betunak coade lawen, ade lawen semulen t [...]

Baca Selengkapnya

Wayang Cecak

Wayang Cecak adalah salah satu jenis kesenian menjadi khasanah tradisi lisan di Pulau Penyengat dan semakin diakui keberadaannya, berupa sastra lisan [...]

Baca Selengkapnya

Makam Dato Karama

Dato Karama dikenal sebagai ulama asal Sumatera Barat yang pertama kali menyebarkan agama Islam ke Tanah Kaili, Palu, Sulawesi Tengah pada abad ke-17. [...]

Baca Selengkapnya

Suku Bangsa Toraja

Suku Toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan, Indonesia. Populasinya diperkirakan sekitar 1 juta jiwa, dengan seki [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar