BudayaDetail Budaya

Genggong Alat Musik Tradisional

2018-09-02 14:30:31
| | |
Share:

Genggong merupakan sebuah alat musik tradisional berbentuk tipis dan kecil, memililki beberapa jenis dan dimainkan dengan beragam cara, ada yang dipetik, ditarik dan dipukul. Genggong terbuat dari pelepah pohon enau yang di ambil kulit luarnya yang keras. Ada juga yang terbuat dari tembaga dan besi. Genggong diklarifikasikan sebagai golongan Idiofon karena sumber bunyi berasal dari batang tubuh alat musik itu sendiri. Genggong menggunakan rongga mulut sebagai resonator (rongga suara) untuk dapat menghasilkan suara berupa dengungan yang khas. Genggong juga sudah dikenal di penjuru dunia dengan nama yang bermacam-macam, di luar negeri, alat musik ini lebih dikenal dengan nama Jews Harp, di Jawa dan Sunda dikenal dengan nama Karinding, di Bali dan Jambi juga mempunyai alat musik ini dan menggunakan nama yang sama dengan yang ada di Riau yaitu genggong. Genggong sudah ada di Riau sejak ratusan tahun yang lalu tepatnya di daerah Kampar sekitarnya, saking larisnya, dulu genggong diperjual belikan di pasar-pasar tradisional Kampar hingga kedai kumango (kedai serba ada) di daerah tersebut. Jika ditanya dari mana asal mula genggong berada, orang tua-tua menjawab bahwa genggong ini sudah ada di Kampar dari zaman datuk dari datuk mereka, ‘’karena barang ini lahir, bukanlah barang datang’’. Pernyataan ini merupakan defenisi kuat bahwa genggong sudah berada sangat lama di Riau yang khususnya terletak di kabupaten Kampar. Nama genggong berasal dari kata ‘Gweng-gwong’ yang merupakan bunyi khas yang dihasilkan oleh alat musik itu sendiri. Genggong dulunya difungsikan oleh masyarakat sebagai alat permainan yang rata-rata dimainkan oleh kaum muda-mudi, karena konon dulunya jika hendak menyampaikan perasaan atau menggoda lawan jenis dapat disampaikan dengan alat musik ini. Dimainkan dibawah rumah atau di samping jendela kamar sang pujaan hati sambil melontarkan syair dan pantun yang merdu dan menggoda, sehingga Semakin mahir memainkannya semakin kuatlah daya tarik atau pesona dari orang yang memainkannya. Tren genggong pada zaman dahulu berbeda jauh dengan sekarang, karena hanya sedikit dari muda-mudi yang mengenal alat musik ini, ada juga sebagian orang yang mengenal, akan tetapi mereka cendrung menyangka bahwa genggong berasal bukanlah dari Riau melainkan dari luar daerah seperti Jawa dan Bali. Mereka bisa saja berkata demikian karena seniman di Jawa maupun Bali sudah mampu memulai menghidupkan kembali trend genggong di masyarakat seperti yang berada di daerah Bandung sekitarnya. Mereka sudah memproduksi bahkan membuat komunitas atau kelompok musik genggong ini dan mereka sudah menampilkan karya-karya mereka di tengah masyarakat dan ada juga sebagian dari komunitas mereka telah muncul di siaran televisi swasta. SUMBER (http://riaupos.co/1339-spesial-genggong-yang-terlupakan.html#.W4vzVyQzbIU https://www.kata.co.id/Seni/Alat-Musik-Riau/1163 dan https://alatmusikindonesia.com/alat-musik-tradisional-riau/ )


Budaya Lainnya

Pulau Anyar

Pulau Aur (Kalimantan Selatan) adalah salah satu pulau kecil yang terletak di Selat Makassar yang termasuk pada wilayah Kabupaten Kotabaru, Propinsi K [...]

Baca Selengkapnya

Rumah Adat

Rumah Adat Sulawesi Barat Rumah adat Sulawesi Barat sering juga disebut Rumah Orang Mandar. Atap rumah orang Mandar berbentuk prisma yang memanjan [...]

Baca Selengkapnya

Seruit Makanan khas Lampung

Seruit merupakan salah satu makanan khas Lampung yang sering dihidangkan saat ada acara keluarga, pernikahan, acara adat serta acara keagamaan. Sement [...]

Baca Selengkapnya

Kue Imut - Bohromrom

Kue bohromrom merupakan salah satu makanan khas Aceh, ada juga yang menyebutnya bohmeucroet. Kue ini berbentuk bulat kecil yang terbuat dari tepung ke [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar