BudayaDetail Budaya

Fuu, Alat Musik Pemanggil Masyarakat di Papua Alat Musik Tradisional

2018-08-13 05:18:46
| | |
Share:

Papua dikenal memiliki beragam alat musik yang memiliki fungsinya masing-masing. Alat musik seperti tifa, krombi, menjadi beberapa nama alat musik yang berasal dari negeri berjuluk bumi cendrawasih tersebut. Selain dua nama tadi, ada satu alat musik tradisional khas Papua yang berfungsi untuk memanggil penduduk yaitu fuu. Fuu merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup pada bagian yang berlubang atau terbuka. Selain digunakan untuk memanggil penduduk, alat musik ini juga biasa digunakan untuk mengiringi tari-tarian khas Papua khususnya masyarakat Suku Asmat, Kabupaten Merauke. Bersama alat musik khas Papua lainnya seperti tifa dan kelambut, biasanya fuu dimainkan dan menjadi paduan harmonisasi yang memberikan warna tersendiri pada ciri khas musik Papua. Fuu menjadi salah satu alat musik tradisional yang harus dilestarikan keberadaannya. Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Papua dan menjadi kearifan lokal dari identitas sebuah daerah. (https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/fuu-alat-musik-pemanggil-masyarakat-di-papua)


Budaya Lainnya

Gunung Bromo

Gunung Bromo adalah salah satu bentang alam yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Dalam bahasa Sanskerta gunung bromo berasal dari kata Brahma yang ar [...]

Baca Selengkapnya

Rumah Adat Musalaki

Rumah Adat Musalaki merupakan salah satu rumah adat tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Mulaski merupakan jenis rumah adat dari suku Li [...]

Baca Selengkapnya

Bahasa Kluet

Bahasa Kluet merupakan bahasa ibu bagi masyarakat yang mendiami daerah Kecamatan Kluet Utara dan Kluet Selatan di kabupaten Aceh Selatan. Informasi te [...]

Baca Selengkapnya

Suku Dayak

Suku Dayak adalah suku asli Kalimantan yang hidup secara berkelompok tinggal di pedalaman. Kata Dayak itu sendiri sebenarnya diberikan oleh orang-oran [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar