BudayaDetail Budaya

Festival Iraw Tengkayu - Kalimantan Utara Ritual

2018-10-03 01:59:38
| | |
Share:

Festival Iraw Tengkayu adalah upacara tradisional dan perlombaan yang diadakan oleh masyarakat suku Tidung di Tarakan, Kalimantan Utara. Festival ini berupa upacara ritual menghanyutkan sesaji ke laut dan berbagai macam perlombaan. Festival ini biasanya di laksanakan setiap 2 tahun sekali dan bertepatan dengan hari jadi Kota Tarakan. Inti dari Festival ini ialah ritual adat Parade Padaw Tuju Dulung yaitu perahu hias yang diarak keliling kota. Pada bagian bawah perahu dipasang beberapa bilah bambu yang digunakan oleh para pemuda untuk mengangkut Padaw Tuju Dulung. Padaw Tuju Dulung yang diangkut oleh para pemuda dicat dalam 3 warna yang berbeda, yaitu kuning, hijau, dan merah. Selain itu, ada satu tiang yang tinggi melambangkan bahwa satu penguasa tertinggi alam semesta yaitu Yang Maha Kuasa ALLAH SWT. Selain upacara ritual Padaw Tuju Dulung juga di meriahkan berbagai perlombaan, seperti: Tarakan expo, parade music, Lomba Sumpit. Sumpit adalah senjata khas suku dayak yang juga salah satu suku asli kota tarakan, Perahu atau Kapal hias, festival makanan laut, Lari Maraton 10km, dan lainnya. Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Festival_Iraw_Tengakayu


Budaya Lainnya

Alat musik Tradisional -Kecapi Bandar

Kecapi Mandar adalah alat musik tradisional yang berasal dari Polewali Mandar. Bentuk Kecapi Mandar terlihat seperti miniatur kapal. Kecapi Mandar ter [...]

Baca Selengkapnya

Tarian Jangger atau Gandrung Sasak

Tarian khas dari suku Sasak adalah Tari Jangger atau gandrung. Tarian ini dulunya adalah hiburan untuk para prajurit keraton yang baru pulang dari med [...]

Baca Selengkapnya

Pakkeke

Pakkeke merupakan alat musik tradisional dari Sulawesi Barat yang cara memainkannya adalah dengan ditiup. Pakkeke atau yang biasa disebut oleh masyara [...]

Baca Selengkapnya

Kerajaan Amabi

Amabi adalah sebuah kerajaan tradisional di Timor Barat yang saat ini menjadi wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sejak abad ke-17 hingga [...]

Baca Selengkapnya
Komentar
Komentar masih kosong. Jadikan diri anda sebagai komentar pertama.
Berikan Komentar